17 Kepala Daerah di Jateng Akan Dilantik Besok

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 18:30 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pati, Selasa (23/2/2021).
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Semarang - Sebanyak 17 kepala daerah terpilih dari Pilkada 2020 di Jawa Tengah akan dilantik secara hybrid atau daring dan luring besok. Kepala daerah yang akan dilantik secara tatap muka hanya untuk wilayah Semarang Raya.

"Akan kami gelar secara hybrid. Karena saya harus di ibu kota provinsi, maka yang akan saya undang hanya yang di Semarang Raya, yakni Wali Kota/Wakil Wali Kota Semarang, Bupati/Wakil Bupati Semarang, Kendal. Yang lainnya nanti melalui daring," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada wartawan di kantornya, Kamis (25/2/2021).

Pelantikan secara tatap muka akan digelar di kantor Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Kemudian peserta yang mengikuti secara online diikuti dari gedung DPRD masing-masing.

"Yang datang ke sini calon dan keluarganya saja. Yang lain seperti Forkompimda saya minta tetap di daerah masing-masing dan menyaksikan via daring. Kami ingin acara pelantikan ini betul-betul menjaga protokol kesehatan," tuturnya.

KPU Jateng menjabarkan kepala daerah terpilih dari Pilkada 2020 yang akan dilantik yaitu dari Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Magelang, Kota Pekalongan Kabupaten Rembang, Kebumen, Purbalingga, Boyolali, Blora, Kendal, Sukoharjo, Semarang, Wonosobo, Wonogiri, Klaten, Pemalang, dan Purworejo.

Sedangkan pada Desember 2020 lalu ada 21 daerah di Jawa Tengah yang menggelar pilkada. Sebanyak 4 daerah lain kepala daerah terpilihnya belum akan dilantik karena masa jabatan sebelumnya belum rampung.

"Grobogan, Demak, Sragen dan Kabupaten Pekalongan belum ikut dilantik karena kepala daerahnya belum berakhir masa jabatannya," kata Divisi Data dan Informasi KPU Jateng Paulus Widiyanto kepada wartawan lewat pesan singkat.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi melarang kerumunan saat momen pelantikan kepala daerah pemenang Pilkada 2020 yang akan berlangsung besok. Wali kota dan bupati yang dilantik juga diminta tak menggelar pesta.

"Bukan hanya dilarang, tidak boleh. Karena imbauan saya mengharapkan kepada paslon yang menang atau yang nanti Pak Wali Kota atau Bupati dan Wakilnya yang terpilih tidak usah membuat pesta, tidak usah euforia para pendukungnya," kata Ahmad Luthfi kepada wartawan di sela-sela acara 'Launching Cashless Polres Magelang & SKCK Door To Door' di Polres Magelang, siang tadi.

"Kita lakukan pengamanan secara tegas dengan protokol kesehatan," lanjutnya.

Simak video '26 Februari 2021, Pemerintah Mulai Lantik Kepala Daerah Terpilih':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)