Batu Susun Diduga Situs Kuno di Prambanan Akan Diekskavasi Maret

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 16:39 WIB
Penampakan batu berjejer seperti fondasi yang ditemukan warga Prambanan, Sleman
Penampakan batu berjejer seperti fondasi yang ditemukan warga Prambanan, Sleman, Rabu (24/2/2021). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Warga di Prambanan, Sleman, menemukan formasi batu yang tersusun seperti fondasi. Diduga batuan itu merupakan bagian dari situs bersejarah. Lalu apa kata Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta?

Kepala BPCB Yogyakarta Zaimul Azzah saat dikonfirmasi soal temuan itu menjelaskan jika pihaknya masih kesulitan untuk mengidentifikasi. BPCB pun sebelumnya telah melakukan peninjauan pada Senin (22/2) untuk melakukan observasi.

"Kami sudah melakukan peninjauan pada Senin (22/2). Sebetulnya masih sulit untuk mengidentifikasi temuan tersebut," kata Azza melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei awal diduga formasi batuan yang berjejer rapi itu merupakan bagian dari struktur pagar. Hal itu diperkuat dengan temuan batuan yang merupakan batuan putih atau kapur.

"Namun dugaan sementara dari hasil peninjauan awal dengan adanya temuan batu-batu putih diduga merupakan struktur pagar," jelasnya.

Hanya saja, Azza belum bisa memastikan struktur pagar itu merupakan bagian dari candi atau bukan. Sebab, masih diperlakukan penelitian lebih lanjut.

"Apakah itu pagar halaman candi atau petirtaan, tentunya masih diperlukan penelitian lebih lanjut," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan ekskavasi agar bisa memastikan struktur itu merupakan bagian dari candi atau bukan.

"Kami segera merencanakan penelitian lebih lanjut melalui ekskavasi. Diupayakan Maret sudah bisa ekskavasi, semoga hujan sudah berkurang," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Padukuhan Pereng, Sumberharjo, Prambanan, Sleman, menemukan susunan batu yang berjejer rapi. Diduga formasi batu yang tersusun seperti fondasi itu merupakan bagian dari situs bersejarah.

Formasi batu yang berjejer itu ditemukan warga pada Minggu (21/2) pagi. Saat itu, warga tengah mencari potensi wisata di Padukuhan Pereng.

"Bebatuan tersebut diketemukan 7 warga, yang secara kebetulan sedang mencari potensi-potensi wisata yang ada di Padukuhan Pereng," kata Ketua Pengelola Desa Wisata Pereng, Sukarmin, saat ditemui di lokasi penemuan batuan, Rabu (24/2).

Diceritakannya, saat perjalanan pulang ia menemukan batu-batuan di parit yang ada di hutan. Karena penasaran, ia kemudian turun dan menemukan adanya formasi batuan.

"Saya penasaran, saya pun langsung terjun ke parit sungai mengikuti arah sebaran batuan tersebut, dan menemukan sebuah pondasi di bawah dinding parit sungai," ceritanya.

Lokasi penemuan situs itu, kata Sukarmin, masih tertutup alang-alang. Kemudian, saat dibersihkan baru terlihat batuan yang menyerupai fondasi. Panjang batuan itu mencapai sekitar 7 meter.

"Masih tertutup alang-alang dan tanah, hanya 1 bidang batuan saja yang terlihat, batuan tersebut dibersihkan. Fondasi batuan yang berjejer rapi pun dibongkar perlahan dan panjangnya mencapai sekitar 7 meter, juga mulai berundak," ungkapnya.

(rih/sip)