Melihat Grha Megawati Rp 90 M di Dekat Terminal Ir Soekarno Rp 60 M

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 15:26 WIB
Grha Megawati Klaten
Grha Megawati yang sedang dibangun di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Gedung serbaguna yang rencananya diberi nama Grha Megawati di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berdekatan dengan Terminal Ir Soekarno. Jarak dua bangunan yang nilainya sama-sama puluhan miliar itu hanya sekitar 100 meter.

Pantauan detikcom, kedua bangunan itu berada di tepi Jalan Lingkar Selatan, Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah. Terminal megah berada di sisi barat dengan patung Bung Karno yang memegang tongkat dan gedung serbaguna yang sedang dibangun Pemkab Klaten itu berada di timurnya, dipisah jalan Ir Soekarno.

Terminal Terpadu Ir Soekarno saat ini sudah beroperasi. Sedangkan gedung serbaguna Grha Megawati masih dipagar seng dengan rapat.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Sudiarsono, menjelaskan terminal Ir Soekarno dibangun sejak tahun 2012 sampai 2015. Pembangunan dibiayai dengan APBD dan APBN.

"(Pembangunan terminal Ir Soekarno) Dibiayai dengan APBD dan APBN. APBD sekitar Rp 30 miliar dan APBN juga sekitar Rp 30 miliar," jelas Sudiarsono, Selasa (23/2/2021).

Menurut Sudiarsono, setelah tahun 2016, 2017, 2018 sampai sekarang pembiayaan pembangunan terminal tersebut didanai APBN. Sampai tahun 2020 ada pengerasan yang dibiayai APBN.

Terminal terpadu Ir Soekarno, Klaten, Selasa (23/2/2021).Terminal terpadu Ir Soekarno, Klaten, Selasa (23/2/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

"Sampai dengan 2020 kemarin untuk pengerasan dibiayai APBN sekitar Rp 10 miliar. Untuk pengelolaan sejak 2016 sampai saat ini dikelola Kementerian Perhubungan," jelas Sudiarsono.

Dia menjelaskan, penyerahan personel, penganggaran dan aset diserahkan pada 2016.

"Untuk aset belum selesai sebab belum ditandatangani oleh bupati. Karena masih ada hal berkaitan pembangunan sarana lainnya," sambung Sudiarsono.

Sebelumnya diberitakan, nama gedung Grha Megawati di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ramai disebut di media sosial belakangan ini. Nama gedung itu disinggung saat netizen ramai membahas pembangunan museum SBY.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Klaten, Pramana Agus Wijanarka, tidak membantah Pemkab sedang membangun gedung pertemuan tetapi belum resmi dinamakan Grha Megawati.

"Secara resmi belum (diberi nama Grha Megawati), kan belum ada peresmian," ungkap Pramana pada detikcom lewat pesan singkat, Kamis (18/2).

Sedangkan Bupati Klaten terpilih, Sri Mulyani, menilai gedung itu layak dinamakan Grha Megawati.

"Gedung itu memang Grha yang rencananya kalau memang diperkenankan oleh Ibu Megawati, akan saya namai Grha Megawati. Karena gedung itu memang sangat layak lah kalau dinamai sesosok Ibu Megawati, presiden ke-5 RI agar orang tahu sejarah," jelas Sri Mulyani pada detikcom, Jumat (19/2).

Sri Mulyani merupakan Bupati Klaten periode 2015-2020. Dalam pencalonannya di Pilkada Serentak 2020 lalu, politisi PDIP tersebut kembali terpilih sebagai bupati namun saat ini belum dilantik.

Sri Mulyani mengatakan gedung yang didanai APBD Klaten tersebut adalah gedung pertemuan. Peruntukannya disebut untuk semua masyarakat dan dibangun untuk masyarakat.

(sip/rih)