Dedy-Jumadi, Awalnya Kompak Pimpin Kota Tegal Kini Dikabarkan Berseteru

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 15:00 WIB
Dedy Yon Supriyono-M Jumadi saat mendaftar sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal di Pilkada 2018.
Dedy Yon Supriyono-M Jumadi (keduanya pakai jas) saat mendaftar sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal di Pilkada 2018. Foto: Imam Suripto/detikcom
Kota Tegal -

Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, M Jumadi, hari ini tidak bisa masuk kantor lantaran ruang kerja dikunci dan stafnya, termasuk ajudan dan sopir ditarik oleh Pemkot Tegal. Beredar kabar hubungan antara Jumadi dengan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono sedang tidak harmonis, meski Jumadi sudah menepis kabar ini.

Untuk diketahui, pasangan Dedy Yon Supriyono-M Jumadi menduduki jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal setelah memenangkan Pilkada 2018 lalu. Dedy-Jumadi adalah kader Partai Demokrat.

Pilkada Kota Tegal 2018 diikuti oleh 5 pasang calon. Yakni nomor urut 1 pasangan Nursholeh-Wartono, paslon nomor 2 M Ghautsun-Muslih dari jalur independen, paslon nomor 3 Dedy Yon Supriyono-Jumadi dari Gerindra, Demokrat, PKS, PAN dan PPP. Kemudian paslon nomor 4 Habib Ali-Tanty Prasetyaningrum dari PKB dan NasDem dan paslon nomor 5 Herujito-Sugono dari PDIP.

Pasangan Dedy-Jumadi ditetapkan sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 38.091. Disusul pasangan Habib Ali-Tanty sebanyak 37.775, pasangan Herujito-Sugono 21.804 suara, pasangan Nursholeh-Wartono 21.029 dan terakhir pasangan M Ghautsun-Muslih 17.169 suara.

Anggota KPU Kota Tegal, Thomas Budiono, saat dihubungi detikcom, memaparkan Dedy Yon Supriyono-Muhammad Jumadi ditetapkan melalui Surat Keputusan KPU Kota Tegal nomor : 22/PL.03.7-BA/3376/KPU-Kot/IX/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Tahun 2018.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, M Jumadi, hari ini tidak bisa masuk kantor lantaran semua ruang kerja dan stafnya, termasuk ajudan dan sopir ditarik oleh Pemkot Tegal. Bahkan mobil dinas juga ditarik.

"Sejak Jumat mobil dinas dan sopir ditarik. Kemudian hari ini saya tidak bisa masuk kantor karena ruangan saya dikunci. Jadi saya tidak masuk," ujar Jumadi kepada wartawan di depan ruang kerjanya, Selasa (23/2).

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2