Unik! Desa di Klaten Ini Puluhan Penduduknya Orang Kembar

ADVERTISEMENT

Urban Legend

Unik! Desa di Klaten Ini Puluhan Penduduknya Orang Kembar

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 12:55 WIB
Gapura Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Minggu (21/2/2021). Desa ini memiliki puluhan penduduk orang kembar.
Gapura Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Minggu (21/2/2021). Desa ini memiliki puluhan penduduk orang kembar. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Salah satu warga kembar Desa Jonggrangan, Kris Joko Raharjo (40), mengatakan banyak cerita lucu yang dialaminya sebagai orang kembar. Orang kadang salah alamat memanggil atau bertanya.

"Sering orang keliru, kadang sopir yang mau isi bensin ketemu dan tanya saya masuk piket apa, padahal yang kerja di SPBU itu kembaran saya Kris Joko Santoso," tutur Kris Joko saat ditemui detikcom.

"Kalau yang sudah sering bergaul ya tidak bingung tapi yang baru ketemu sekali mungkin bisa salah. Namanya cuma beda Kris Joko Raharjo dan Kris Joko Santoso," lanjut Kris.

Kris Joko, orang kembar di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Minggu (21/2/2021).Kris Joko, orang kembar di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Minggu (21/2/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Salah seorang ibu pemilik anak kembar, Basuki (67), mengatakan tidak ada perbedaan dalam hal mengandung anak kembarnya. Hanya saja ukuran kandungan lebih besar dari kehamilan biasa.

"Hanya perutnya besar. Jadi kalau orang melihat kadang kasihan dan itu pasti kembar," kata Basuki ditemui di rumahnya.

Warga lainnya, Tugino (69), memiliki cucu kembar yakni Ikhsan (5) dan Akhsan (5). Keduanya kembar identik meskipun di keluarganya tidak ada yang kembar.

"Saya punya anak tiga dan beberapa cucu. Hanya dua cucu ini yang kembar padahal keluarga saya juga tidak ada keturunan yang kembar," jelas Tugino di rumahnya.

Menurutnya, merawat anak kembar tidak sama dengan anak biasa. Sebab dalam semua hal harus diberikan sama.

"Sekolah sama, pakaian sama, mainan sama, pokoknya sama semua. Mainan juga sama, tapi kalau tercampur mereka anehnya bisa membedakan sendiri," imbuh Tugino.

Terpisah, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Tuti Nur Haryanti, mengatakan dinas belum pernah mendata atau meneliti fenomena orang kembar di Desa Jonggrangan tersebut. Menurutnya, kemungkinan besar banyaknya orang kembar di Desa Jonggrangan karena faktor keturunan.

"Kita belum pernah mendata atau meneliti tapi datanya biasanya di Puskesmas. Tapi biasanya orang kembar itu karena ada faktor keturunan sebelumnya atau perkawinan," kata Tuti saat dimintai konfirmasi detikcom.


(rih/rih)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT