Pertama Kali, Lava Pijar Gunung Merapi Meluncur ke Arah Hulu Kali Sat

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 09:33 WIB
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Berdasarkan laporan per 6 jam, BPPTKG mencatat Gunung Merapi telah memuntahkan 17 kali guguran lava pijar.
Guguran lava pijar gunung Merapi terlihat dari Desa Wonorejo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/1/2021). Foto: Pius Erlangga/detikcom
Yogyakarta -

Aktivitas guguran lava pijar di Gunung Merapi masih terus terjadi. Untuk pertama kalinya luncuran lava pijar Merapi mengarah ke hulu Kali Sat, Magelang.

"Untuk pertama kalinya guguran lava pijar teramati meluncur ke arah hulu Kali Sat di sisi barat daya Gunung Merapi," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Hanik menjelaskan, guguran lava pijar itu terjadi pada Sabtu (20/2) malam. Jarak luncur guguran mencapai 1.000 meter.

"Guguran terjadi pada pukul 20.37 WIB dengan amplitudo 30 mm, durasi 113 detik, dan jarak luncur 1.000 meter," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Hanik, pada periode pengamatan Sabtu (20/2) pukul 18.00 hingga 24.00 WIB tercatat guguran lava pijar sebanyak 10 kali. Sementara pada periode pengamatan Minggu (21/2) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tercatat sebanyak 11 kali guguran lava pijar.

"Total dari hari Sabtu (20/2) pukul 6 petang hingga Minggu pagi hari ini pukul 6 pagi tercatat ada 21 kali guguran lava pijar. 10 kali pada Sabtu dan 11 kali pada Minggu. Untuk arah guguran masih dominan ke barat daya atau ke hulu Kali Krasak dan Boyong," jelasnya.

Ia juga menjelaskan untuk aktivitas seismik Gunung Merapi selama 12 jam tercatat gempa guguran sebanyak 71 gempa guguran, 2 kali gempa hembusan dan 2 kali gempa fase banyak. Sementara visual Merapi teramati cerah hingga berkabut dan terpantau asap keluar dari puncak Merapi.

Hanik menegaskan, kendati ada guguran ke arah Kali Sat, BPPTKG belum mengubah rekomendasi daerah bahaya Gunung Merapi.

"Aktivitas guguran ini (ke Kali Sat) tidak mengubah rekomendasi," tegasnya.

Adapun potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Kali Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

"Untuk status Merapi saat ini masih di tingkat Siaga," pungkasnya.

Simak video 'Merapi Masih Bergejolak, 25 Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 12 Jam':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)