Urban Legend

Unik! Desa di Klaten Ini Puluhan Penduduknya Orang Kembar

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 12:55 WIB
Gapura Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Minggu (21/2/2021). Desa ini memiliki puluhan penduduk orang kembar.
Gapura Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Minggu (21/2/2021). Desa ini memiliki puluhan penduduk orang kembar. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ini tergolong unik. Bagaimana tidak, puluhan penduduknya adalah orang kembar.

"Ada yang kembar identik ada yang dampit (laki-perempuan). Jumlahnya terakhir sekitar 15 pasang atau 30 orang, itu yang saat ini masih hidup," kata Kades Jonggrangan, Sunarno, saat ditemui detikcom di rumahnya, Minggu (21/2/2021).

Desa Jonggrangan berada di timur laut pusat kota Klaten, terletak di tepi jalan Yogya-Solo. Desa Jonggrangan memiliki 7 RW dan 22 RT dengan jumlah penduduk sekitar 4.300 jiwa.

Sunarno melanjutkan, jumlah orang kembar di desanya paling banyak di Dusun Jonggrangan. Bahkan di gang depan rumahnya ada sekitar empat pasangan.

"Di gang rumah saya ke timur ini saja ada tujuh atau delapan orang kembar. Adik saya sendiri kembar, adik keponakan saya juga ada yang kembar identik," papar Sunarno.

Sunarno mengaku tidak ada yang tahu kapan di desanya ada orang kembar. Di masyarakat juga tidak ada cerita sesepuh desa tentang penyebab munculnya orang kembar.

"Tidak ada cerita penyebabnya apa dan mulai kapan. Kalau saya menduga ya mungkin sejak si mbah si mbah dulu ada yang kembar jadi saya kira ini penyebabnya genetik," jelasnya.

Meskipun tidak jelas sejarahnya, menurut Sunarno, desanya sudah dikenal sebagai desa orang kembar sejak lama. Sekitar akhir tahun 1990-an sampai 2000, desanya mulai menarik perhatian publik.

Sunarno menambahkan, orang kembar di desanya hidup normal, sehat, dan tumbuh sampai dewasa. Repotnya kadang ada kekeliruan menyapa karena kemiripan wajahnya.

"Ya ada kadang keliru tapi kalau yang sudah hafal ya tidak repot, seperti adik saya bedanya di tangan ada bekas luka. Warga kembar sehat semua, bahkan ada yang masih kecil," imbuh Sunarno.

Sejauh ini, keberadaan penduduk kembar di Desa Jonggrangan belum pernah diteliti pemerintah. Namun pendataan kependudukan rutin dilakukan.

"Kalau penelitian belum pernah ada, juga tidak kami laporkan meskipun lucu. Kalau pendataan penduduk tetap ada, misalnya anak di posyandu," imbuh Sunarno.

Selanjutnya, penuturan orang kembar di Desa Jonggrangan...

Saksikan juga 'Diawali Getaran, Belasan Sumur di Klaten Mendadak Ambles':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2