Mitos hingga Legenda di Balik Viral Pendaki Lawu yang Dituntun Burung Jalak

Andika Tarmy - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2021 12:14 WIB
Burung jalak di Gunung Lawu.
Burung jalak di Gunung Lawu, Jawa Tengah. (Foto: Dok Ari Budi/Pemandu pendaki Gunung Lawu)
Karanganyar -

Video tentang seorang pendaki Gunung Lawu yang tersesat lalu ditolong oleh seekor burung yang disebut jenis jalak, viral di media sosial. Mitos tentang burung Jalak Lawu yang sering menuntun pendaki, diakui memang sudah lama dipercaya terjadi di Gunung Lawu.

"Mitos (Jalak Lawu) itu ada, dan kebanyakan itu terjadi. Saya sendiri sering mengalami," ujar salah seorang pemandu pendakian Lawu, Ari Budi (45), saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/2/2021).

Ciri khas burung Jalak Lawu, lanjutnya, adalah warnanya yang hitam kecoklatan, serta kaki dan paruh berwarna kuning. Hampir sama dengan video TikTok yang viral, lanjut Ari, burung jalak yang sering ditemuinya saat mendaki tersebut melompat-lompat di depannya, seolah menuntun pendaki.

"Warnanya hitam semu cokelat. Kebanyakan Jalak Lawu itu kalau ada pendaki dia malah mendekat, melompat-lompat di depannya," terangnya.

Ari mengatakan mitos tentang Burung Jalak Lawu sudah lama beredar di kalangan pendaki Gunung Lawu. Mitos tersebut dilatarbelakangi cerita rakyat seputar raja terakhir Majapahit, Brawijaya V, yang dipercaya moksa di Lawu.

"Mitos itu dari cerita moksanya Brawijaya V, raja Majapahit terakhir. Brawijaya yang waktu itu sedang dikejar pasukan Demak, naik ke Lawu dikawal Sabdo Palon, Dipa Manggala dan Wongso Menggala," terangnya.

Dalam cerita tersebut, lanjutnya, Brawijaya V dipercaya moksa di Hargo Dalem. Sementara Dipa Manggala dititahkan menjadi Sunan Lawu yang bertugas menjaga Lawu.

"Wangsa Menggala dititahkan menjadi Kyai Jalak. Sejak itu mungkin dikaitkan dengan banyak ditemukannya burung jalak di kawasan Lawu," ujarnya.

Ari sendiri mengaku sudah lama mendengar mitos burung Jalak Lawu yang sering menuntun pendaki. Namun dirinya pertama kali merasakan pengalaman tersebut saat mendaki Gunung Lawu tahun 1991 lalu.

"Mitos itu sudah melegenda, sudah sejak dulu. Saya pertama kali merasakan dituntun Jalak Lawu tahun 1991," kata dia.

Meski banyak ditemukan di kawasan Gunung Lawu, lanjur Ari, tidak ada pendaki yang berani menangkap Jalak Lawu ini. Pasalnya beredar kepercayaan para pendaki akan mendapatkan nasib sial jika nekat menangkap burung ini.

"Ada hukum nggak tertulis bahwa burung itu nggak boleh ditangkap. Semua pendaki sudah paham ini. Mitosnya kalau ada orang yang menangkap, akan ada sesuatu yang terjadi. Tapi saya sendiri belum membuktikan," pungkasnya.

(sip/sip)