Nakes di Sleman Belum Terima Insentif COVID-19 Sejak Oktober 2020

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 18:58 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Ilustrasi nakes COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Sleman -

Tenaga kesehatan (nakes) yang menangani virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Sleman belum menerima insentif periode bulan Oktober-Desember 2020. Pemkab Sleman memberi penjelasan terkait penyebabnya.

"(Skema pembayaran) Maret-Mei dibayarkan Agustus, Juni-Agustus dibayarkan September. Oktober dibayarkan Desember. Untuk nakes yang di Puskesmas insentif hanya diterima sampai bulan Agustus," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (16/2/2021).

"Jadi kekurangannya (nakes selain dari Puskesmas) di bulan Oktober-Desember karena September sudah dibayarkan," lanjut dia.

Joko menjelaskan keterlambatan pembayaran disebabkan masalah teknis administratif. Ia menyebut, aturan dari Pemerintah Pusat kerap berubah-ubah.

"Salah satu dampak (perubahan aturan) faskes tidak mau ngurus pencairan insentif mungkin karena jengkel terhadap perubahan tersebut," ucapnya.

"Misalnya rumus yang dipakai, semula hari kerja sebagai pembagi ditetapkan 22 hari, ternyata di aturan berikutnya 14 hari. Padahal sudah telanjur pada tanda tangan penerimaan, harus mengubah lagi. Setelah diubah ada perubahan aturan lagi dan saya lupa karena saking banyaknya perubahan," sambungnya.

Joko memaparkan aturan insentif nakes dari pusat yakni dokter spesialis maksimal Rp 15 juta, dokter umum maksimal Rp 10 juta, perawat maksimal Rp 7,5 juta, nakes lain maksimal Rp 5 juta, dan nakes Puskesmas maksimal Rp 5 juta.

"Tapi tidak berarti semua nakes menerima sebesar itu per bulan. Ada kriteria dan rumusnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Joko belum bisa memerinci total nakes yang belum menerima insentif. Menurutnya, proses pendataan penerima insentif nakes ini tak hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sleman.

"Untuk insentif nakes ini bagi tugas. Untuk Puskesmas dan RSUD di Sleman diampu Dinkes Sleman. RS lainnya diampu oleh Dinkes DIY. Jadi kalau total nakes COVID di Sleman dan yang belum nerima insentif sulit dijelaskan," tutupnya.

(rih/sip)