ADVERTISEMENT

Round Up

Nelangsa Nakes di Garda Depan tapi Insentifnya Tertahan

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 05:03 WIB
Ilustrasi Dokter
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di garda terdepan menangani pasien COVID-19 mengeluhkan insentif kesehatan yang belum dicairkan sejak pertengahan tahun 2020. Para tenaga kesehatan banyak yang bersedih dan meminta haknya diberikan melalui aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.

Tenaga kesehatan yang mengeluhkan insentifnya belum dicairkan tersebar di beberapa daerah, misalnya Bengkulu, Bali, dan Medan. Berikut ini kisahnya:

Nakes di Bengkulu Keluhkan Insentif Belum Cair Sejak Juni 2020

Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD M Yunus, Bengkulu, mendatangi DPRD Bengkulu. Mereka mengeluhkan insentif kesehatan yang belum dicairkan sejak Juni 2020.

"Kita menyampaikan aspirasi ke anggota DPRD. Lebih dari 200 orang belum menerima insentif. Namun kami terus bekerja," kata Korlap aksi yang juga Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bengkulu, Saleh, Selasa (19/1/2021).

Saleh mengatakan insentif yang dijanjikan pihak RSUD M Yunus berjumlah Rp 7,5 juta untuk perawat. Dia mengatakan para perawat tersebut dibagi per tim dengan anggota 20-25 orang selama 15 hari kerja sejak Juni 2020.

Dia menyebut sebagian besar tenaga kesehatan di RS tersebut bertugas di pelayanan umum. Saleh berharap DPRD Bengkulu bisa menindaklanjuti keluhan mereka.

"Kita minta Dewan menindaklanjuti keluhan para nakes serta memanggil pihak terkait agar insentif segera dibayarkan," ucap Saleh.

Anggota Komisi IV DPRD Bengkulu, Zainal, mengatakan pihaknya akan memanggil pihak terkait pada Senin (25/1/2021). Dia mengatakan hal itu dilakukan untuk mengetahui akar permasalahan insentif.

Simak video 'Kemenkes Latih Ribuan Nakes Jadi Komunikator Vaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT