8 Nakes Purbalingga Batal Disuntik Vaksin Dosis Kedua karena Kena Corona

Vandi Romadhon - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 14:45 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan berusia lanjut menjalani vaksinasi virus Corona di Jakarta. Para nakes lansia tersebut disuntik vaksin COVID-19 buatan Sinovac.
Foto: Ilustrasi vaksin Corona. (Grandyos Zafna)
Purbalingga -

Sebanyak delapan orang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, batal disuntik vaksin COVID-19 dosis kedua karena dinyatakan positif Corona. Sebelumnya, delapan nakes itu telah mendapatkan vaksinasi Sinovac dosis pertama.

"Betul, rinciannya 3 orang perawat, 2 orang bidan, 1 orang petugas surveilen, 1 orang petugas rekam medik, 1 orang dokter," kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga drg Hanung Wikanto kepada detikcom melalui pesan singkat, Selasa (16/2/2021).

Menurut Hanung, kejadian delapan nakes dapat terpapar Corona meskipun sudah menerima vaksin dikarenakan nakes baru mendapatkan vaksin dosis pertama.

"Mereka baru vaksin pertama, selain itu antibodi baru terbentuk sempurna minimal 14 hari setelah pemberian vaksin dosis kedua," jelasnya.

Karena dinyatakan positif Corona, delapan nakes itu baru bisa disuntik vaksin dosis kedua setelah nanti tiga bulan dinyatakan negatif. Saat ini delapan nakes yang positif Corona menjalani perawatan di rumah sakit dan ada yang menjalani isolasi mandiri.

"Satu dokter menjalani perawatan di rumah sakit tujuh lainnya menjalani isolasi mandiri di tempatnya masing-masing. Mereka saat ini tidak bisa diberi dosis kedua, nunggu tiga bulan setelah negatif," ujarnya.

Hanung menambahkan kejadian itu bisa membuktikan penerapan protokol kesehatan di lapisan masyarakat tetap penting meskipun sudah divaksin Corona.

"Vaksin itu ikhtiar bersama dengan penerapan protocol kesehatan jadi harus sinergi," ujarnya.

Akibat kejadian itu, saat ini Puskesmas Kaligondang ditutup sementara untuk mencegah potensi penyebaran Corona. Penutupan pelayanan berlangsung selama tiga hari.

"Puskesmas kami sterilkan dulu, pelayanan umum diistirahatkan tiga hari tetapi pelayanan vaksinasi tetap berjalan diampu oleh nakes yang tidak terpapar," katanya.

(rih/sip)