MAKI Sebut Aset Kasus Asabri di Boyolali, Kejari Ungkap soal Pemblokiran

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 15:08 WIB
Koordinator MAKI Boyamin Saiman menunjukkan temuan 9 aset diduga terkait kasus Asabri di Boyolali saat jumpa pers di Solo, Senin (15/2/2021)
Koordinator MAKI Boyamin Saiman menunjukkan temuan 9 aset diduga terkait kasus Asabri di Boyolali saat jumpa pers di Solo, Senin (15/2/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Boyolali -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali mengaku menerima tembusan surat dari Kejaksaan Agung untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali mengenai permintaan data informasi dan pemblokiran terhadap tanah dan bangunan. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebut tanah dan bangunan itu diduga terkait kasus korupsi Asabri.

Saat dimintai konfirmasi, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Boyolali, Romli Mukayatsyah, mengatakan Kejari Boyolali memang menerima tembusan surat dari Kejaksaan Agung untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali. Surat tersebut mengenai permintaan data informasi dan pemblokiran terhadap tanah dan bangunan sehubungan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri.

"Kejaksaan Negeri Boyolali memang pernah menerima tembusan surat dari Kejaksaan Agung mengenai permintaan data informasi dan pemblokiran (tanah dan bangunan) untuk (disampaikan ke) kantor BPN Boyolali dan surat tersebut memang sudah disampaikan ke BPN Boyolali. Sehubungan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri," kata Romli saat ditemui di kantornya, Selasa (16/2/2021).

Namun pihaknya tidak menjelaskan lebih lanjut tentang data informasi yang dimaksud. Juga terkait pemblokiran tanah dan bangunan itu.

"Mengenai data atau informasi apa yang di situ, kami juga tidak bisa memberikan informasi keterangan," imbuh dia.

Sebelumnya, MAKI menyebut ada sembilan aset di dua kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang diduga merupakan hasil korupsi Asabri. Mulai dari lahan kosong, rumah, ruko dan garasi bus berikut armada bus.

Aset-aset tersebut disebutkan MAKI berada di wilayah Kecamatan Simo dan Kecamatan Karanggede, Boyolali. Sebagian besar berada di Kecamatan Simo. detikcom mendatangi sejumlah aset yang disebut MAKI tersebut. Antara lain garasi bus yang berada di Kecamatan Simo.

Dari pantauan detikcom, garasi bus tersebut cukup besar. Di bagian depan terdapat bangunan kantor dan belakangnya sebagai garasi bus. Kondisi garasi bus itu pun tampak sepi. Dua pintu pintu gerbang di depan tampak tertutup. Pintu gerbang itu untuk jalan masuk bus ke garasi dan tempat parkir tamu. Di dalam bangunan garasi tampak sejumlah bus terparkir rapi. Tak tampak ada aktivitas di dalamnya.

Menurut salah seorang petugas keamanan setempat, di dalam garasi bus tidak ada aktivitas apapun. Bagian manajemen juga tidak ada di kantor.

"Sepi. Tidak ada aktivitas apapun di sini (garasi). Kan kerja dari rumah karena pandemi (Corona) ini," kata satpam setempat di pintu gerbang, Selasa (16/2).

Para kru bus juga tidak ada yang masuk kerja.

"Karena tidak ada trip (tidak ada carteran)," jelasnya.

Selanjutnya, penjelasan MAKI soal aset kasus Asabri di Boyolali...

Selanjutnya
Halaman
1 2