Lurah-8 Staf Kena Corona, Kantor Kalurahan Condongcatur Sleman Ditutup

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 12:43 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Sleman -

Sebanyak sembilan orang perangkat Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman dinyatakan positif virus Corona. Akibatnya, pelayanan di Kalurahan Condingcatur ditutup selama tiga hari.

"Layanan di kantor dihentikan sementara dan kantor ditutup mulai Senin (15/2) hingga Rabu (17/2/2021) untuk sterilisasi oleh Destana Condongcatur," kata Carik Condongcatur, Sugiyanto, dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).

Sugiyanto meminta agar pamong Kalurahan Condongcatur yang kontak erat dengan terkonfirmasi positif COVID-19 dan bergejala akan melaksanakan swab test PCR (polymerase chain reaction) pada hari Senin (15/2) di Puskesmas Depok 2. Pelayanan rencananya akan kembali dibuka pada Kamis (18/2) mendatang.

"Kompleks Kantor Pemerintah Kalurahan Condongcatur akan dilakukan sterilisasi. Penyelenggaraan kegiatan Pemerintah Kalurahan Condongcatur akan kembali dibuka pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021, kecuali situasi menyatakan lain," jelasnya.

Sementara itu, Panewu Depok Abu Bakar saat dimintai konfirmasi menjelaskan ada sejumlah pamong kalurahan yang positif Corona, termasuk Lurah Condongcatur. Selain itu, dalam waktu yang hampir bersamaan ada seorang pegawai Kapanewon Depok yang juga terkonformasi positif Corona.

"Iya, Kalurahan Condongcatur ada 9 (orang positif) termasuk Pak Lurah (Reno Candra Sangaji), kemudian di Kapanewon Depok ada 1 (yang positif)," kata Abu Bakar saat dihubungi wartawan, hari ini.

"Untuk pencegahan isolasi mandiri di rumah masing-masing sudah di desinfektan baik kalurahan dan kapanewon," sambungnya.

Terkait pelayanan, pihaknya menutup sementara kantor Kalurahan. Namun, untuk Kantor Kapanewon Depok pelayanan publik terus berjalan. "Sementara kalurahan kita tutup tiga hari. Tapi untuk kecamatan jalan terus," jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga melakukan tracing terhadap kontak erat kasus. Ia menyebut setidaknya ada 15 hingga 30 orang yang termasuk dalam kontak erat.

"Tracing sedang dilakukan oleh Puskesmas Depok 2 dan juga tim yang kita bentuk ini minimal 15 orang yang kontak erat. Kontak erat 15 sampai 30 nanti yang bergejala segera dites tim medis Puskesmas," terangnya.

Ia pun belum bisa memastikan pamong Kalurahan dan pegawai Kapanewon tertular dari mana. "Dugaan tertular dari mana masih kurang tahu," pungkasnya.

(mbr/mbr)