9 Hakim hingga Pegawai Kena Corona, PN Kota Yogya Ditutup

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 10:30 WIB
PN Kota Yogyakarta tutup sementara karena 6 hakim, 2 PP dan 1 pegawainya terpapar Corona, Senin (15/2/2021).
PN Kota Yogyakarta tutup sementara karena 6 hakim, 2 PP dan 1 pegawainya terpapar Corona, Senin (15/2/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Sebanyak sembilan orang yang terdiri dari hakim, Panitera Pengganti (PP) hingga pegawai di Pengadilan Negeri (PN) Kota Yogyakarta terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Terkait kondisi itu, PN Kota Yogya tutup sementara hingga tanggal 19 Februari 2021.

"Betul (PN Kota Yogyakarta sementara tutup), karena ada hakim, panitera pengganti dan pegawai yang terpapar Corona. Pertama ditutup 10-11 (Februari), kemudian diperpanjang jadi tanggal 15 sampai 19 (Februari)," kata Humas PN Kota Yogyakarta Nuryanto saat dihubungi detikcom, Senin (15/2/2021).

Nuryanto menjelaskan awalnya ada seorang hakim yang merasa kurang enak badan. Oleh karena itu hakim tersebut melakukan tes swab mandiri dan hasilnya positif Corona.

"Lalu hakim yang satu ruangan dengan dia (hakim positif) dipulangkan dan diminta tes mandiri juga. Terus berlanjut semua hakim melakukan swab mandiri dan untuk pegawai dan honorer (PN Kota Yogya) juga tes dari kantor pekan lalu," ucapnya.

PN Kota Yogyakarta tutup sementara karena 6 hakim, 2 PP dan 1 pegawainya terpapar Corona, Senin (15/2/2021).PN Kota Yogyakarta tutup sementara karena 6 hakim, 2 PP dan 1 pegawainya terpapar Corona, Senin (15/2/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)

"Hasilnya ada hakim 6, kemudian PP-nya ada 2, dan pegawai 1 yang terpapar (COVID-19). Jadi total 9 orang dan mereka sementara isolasi mandiri karena OTG (orang tanpa gejala)," imbuh Nuryanto.

Saat ini, kata Nuryanto, pihaknya telah melakukan sterilisasi di seluruh gedung PN Kota Yogyakarta. Menyoal pelayanan kepada masyarakat, dia mengaku mengalami keterbatasan.

"Sementara kantor (PN Kota Yogyakarta) hanya melayani PTSP (pelayanan terpadu satu pintu), upaya hukum dan penahanan. Kemudian sidang hanya sidang-sidang yang urgent (penting), seperti tahanan yang mau habis (putusan) tetap lakukan sidang tapi dengan online," katanya.

(sip/mbr)