Politikus PDIP ke JK Soal Kritik Tanpa Dipolisikan: Bedakan dengan Hoax!

Muchus Budi R. - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 19:36 WIB
Direktur Program TKN Aria Bima
Politikus PDIP Aria Bima (Foto: Dwi Andayani/detikcom)

"Jadi untuk apa Pak JK berbicara bagaimana cara kritik tanpa dipanggil polisi? Bukankah dengan dua kali menjabat sebagai wapres, beliau tahu dan mestinya punya kearifan yang tinggi dan bisa menempatkan diri benar-benar sebagai negarawan atau malah guru bangsa yang mampu membuat situasi adem. Bukan justru sebaliknya," tegas Bima.

"Demokrasi memiliki rambu-rambunya sendiri. Kritik sesuatu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerja pemerintah. Namun, fitnah, hoax, berita palsu berpotensi memecah belah bangsa dan merusak demokrasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla menyoroti soal cara aman mengkritik pemerintahan agar demokrasi bisa berjalan baik. Kontrol terhadap pemerintah dijalankan untuk menjaga kepentingan masyarakat. Dia turut memikirkan ketakutan Kwik Kian Gie terhadap buzzer yang sering menyerang pihak beda pendapat.

"Tentu banyak yang ingin melihatnya bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi seperti yang dikeluhkan oleh Pak Kwik atau siapa saja. Tentu itu menjadi bagian daripada upaya kita semua," kata JK dalam diskusi virtual di kanal PKSTVRI seperti dilihat detikcom, Sabtu (13/2).

Halaman

(ams/ams)