JK Bicara soal Demokrasi, Singgung Masa Orde Lama dan Orde Baru

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 11:02 WIB
Jusuf Kalla
Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyoroti soal cara aman mengkritik pemerintahan. Kritik diperlukan supaya demokrasi berjalan baik. Dia bicara pengalaman pemerintahan masa lampau soal demokrasi yang tidak berjalan dengan baik.

"Tanpa kontrol (terhadap) pemerintah, demokrasi tidak akan berjalan. Kita lihat pengalaman-pengalaman kita seperti Orde Lama-Orde Baru, semua paham itu jatuh pada saat demokrasi tidak berjalan dengan baik, ekonomi menjadi sulit, dan sebagainya," kata Jusuf Kalla dalam diskusi virtual di kanal PKSTVRI seperti dilihat detikcom, Sabtu (13/2/2021).

Kontrol terhadap pemerintah dijalankan untuk menjaga kepentingan masyarakat. Dia turut memikirkan ketakutan Kwik Kian Gie terhadap buzzer yang sering menyerang pihak beda pendapat. Kini Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mempersilakan kritik terhadap pemerintahan.

"Tentu banyak yang ingin melihatnya bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi seperti yang dikeluhkan oleh Pak Kwik atau siapa saja. Tentu itu menjadi bagian daripada upaya kita semua," kata JK.

Demokrasi yang baik haruslah demokrasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, menjaga kepentingan masyarakat.

"Boleh saja (bisa saja) demokrasi berjalan tapi manfaat untuk rakyat itu tidak terjadi, maka demokrasi juga tidak berjalan dengan baik," kata JK.

Kwik Kian Gie, Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) era Presiden Abdurrahman Wahid, sebelumnya mencuit lewat akun Twitter-nya, @kiangiekwik. Dia takut mengemukakan pendapat yang berbeda meski bermaksud baik, karena buzzer bisa menyerang pribadi si pengemuka pendapat.

"Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis-habisan, masalah pribadi diodal-adil," kata Kwik seperti dikutip CNNIndonesia.com dan sudah mendapat izin dari yang bersangkutan, Senin (8/2).

Kwik kemudian membandingkan saat dia menyampaikan kritik saat Soeharto berkuasa. Kwik mengaku leluasa melontarkan kritik ke rezim Orde Baru di kolom harian Kompas. Menurutnya, kritik yang dia sampaikan saat itu juga tergolong tajam.

"Kritik-kritik tajam, tidak sekali pun ada masalah," ujarnya.

(whn/dnu)