Sejoli Mahasiswa dan Dukun Aborsi di Magelang Ditangkap

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 15:09 WIB
Mahasiswa sejoli dan dukun aborsi di Magelang saat jumpa pers di Polres Magelang, Kamis (11/2/2021)
Mahasiswa sejoli dan dukun aborsi di Magelang saat jumpa pers di Polres Magelang, Kamis (11/2/2021) Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang -

Polisi menangkap sepasang kekasih dan seorang dukun aborsi di Magelang. Sejoli itu mengaku malu karena masih berstatus mahasiswa dan belum menikah.

"Polres Magelang berhasil ungkap kasus aborsi di mana penanganan awal oleh Polsek yang melakukan pengungkapan. Kemudian ditindaklanjuti karena di Polsek tidak ada unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) sehingga dilimpahkan ke Polres Magelang. Sampai dengan saat ini prosesnya masih lanjut di Kejaksaan untuk kelengkapan berkas," kata Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko saat konferensi pers di Polres Magelang, Kamis (11/2/2021).

Ketiga tersangka yang diamankan yakni seorang dukun pijat berjenis kelamin laki-laki, SR (35), warga Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Kemudian, pasangan pelaku aborsi, seorang laki-laki HY (21) dan SA (21), perempuan, keduanya warga Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.

Peristiwa aborsi itu terjadi Senin (21/12/2020) pukul 10.30 WIB di rumah sang dukun. Kedua sejoli yang ingin aborsi diminta menginap lima hari di rumah dukun tersebut.

"Kronologinya jadi awal mulanya berdasarkan keterangan yang kita dapatkan bahwa hari Kamis (17/12), sekitar pukul 15.00 WIB, pelaku inisial SA dan HY datang ke rumah dukun dengan inisial SK. Di mana terjadi kesepakatan mereka mencoba melakukan aborsi, kemudian selama lima hari tersebut kedua pasangan ini menginap di rumah dukun aborsi," katanya.

Selama berada di rumah dukun itu, SA diberi beberapa ramuan untuk diminum. Setelahnya SA dipijat hingga janinnya keluar.

Dari hasil pemeriksaan janin yang digugurkan berusia sekitar 3-4 bulan. Usai digugurkan, janin itu lalu dimakamkan di pemakaman umum oleh tersangka HY dan SR.

"Menurut keterangan dari dokter usia janin kurang lebih 3 sampai 4 bulan. Itu tujuan kita untuk menggali kubur yakni untuk menyinkronkan apakah janin ini milik mereka yaitu kita lakukan tes DNA, hasilnya kita masih menunggu mudah-mudahan tidak ada kendala," kata Hadi.

Hadi mengatakan kedua pasangan itu nekat melakukan aborsi karena belum menikah. Keduanya diketahui masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Purworejo.

"Untuk menyembunyikan karena masih sekolah (kuliah), malu karena belum menikah kok sudah hamil. Kuliah, mahasiswa di salah satu kampus di Purworejo," tuturnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku biaya aborsi itu senilai Rp 7,2 juta yang dibayarkan secara bertahap. Uang hasil kejahatan digunakan dukun aborsi itu untuk membayar utang dan jam mewah.

"Hasil pembiayaan dari aborsi itu sebesar pertama Rp 4 juta untuk DP, untuk pelunasan Rp 2,5 juta. Kemudian ditambah lagi Rp 750 ribu, kurang lebih untuk pembiayaannya Rp 7,2 juta. Kemudian untuk dibelikan sandal, dibelikan jam Rolex dan sisanya untuk membayar utang," tuturnya.

Selanjutnya pengakuan dukun pijat yang belajar ramuan aborsi dari YouTube..