Terus Bertambah, Pengungsi Banjir di Pekalongan Malam Ini 4.240 Orang

Robby Bernardi - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 22:44 WIB
Suasana lokasi pengungsian di Kota Pekalongan.
Suasana lokasi pengungsian di Kota Pekalongan. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kota Pekalongan -

Banjir di Kota Pekalongan, Selasa (9/2/2021) malam, di beberapa titik mulai surut. Namun demikian, jumlah pengungsian malah justru mengalami peningkatan.

Dari catatan BPBD Kota Pekalongan, hingga Selasa Malam (09/02) sekitar pukul 22.00 WIB, jumlah pengungsian mencapai 4.240 orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan bila dibandingkan tadi pagi yakni 3.592 orang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan,Saminta, mengatakan jumlah pengungsian diakui mengalami kenaikan. "Malam ini, tercatat jumlah pengungsi cenderung naik, sampai di angka 4.240 orang," kata Saminta kepada detikcom di tempat pengungsian di SMKN 3 Pekalongan, Selasa (9/2/2021) malam.

Saminta menjelaskan, dalam pantauannya, jumlah pengungsi banjir di Pekalongan yang mengalami peningkatan tersebut, berada di titik pengungsian 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Pekalongan Timur, Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Utara.

"Kalau warga yang di wilayah Kecamatan Pekalongan Selatan, sudah tidak ada pengungsian, karena banjir di wilayah itu sudah surut," terang Saminta.

Pengungsi yang mengalami kenaikan signifikan, menurutnya, di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat.

"Ya, di wilayah utara (Pekalongan Utara) dan barat (Pekalongan Barat), air banjir justru mengalami kenaikan karena terjadi juga rob. Air banjir ditambah air rob. Di wilayah itu ada beberapa titik ketinggian air masih 80-100 cm" ungkapnya.

Ketinggian air terparah akibat banjir di Pekalongan terjadi di Kelurahan PasirKratonKramat (PKK), Kecamatan Pekalongan Barat, di beberapa titik mencapai 100 cm. Sedangkan di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, ketinggian ada yang mencapai 80 cm.

"Warga yang sebelumnya masih bertahan, walaupun kondisi banjir, karena air tidak kunjung surut malah bertambah, akhirnya kita evakuasi ke pengungsian," tambah Saminta.

(mbr/mbr)