ADVERTISEMENT

14 Ribu Jiwa Terdampak Banjir, Kota Pekalongan Tetapkan Tanggap Darurat

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 14:03 WIB
Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz, di lokasi pengungsian banjir Masjid Al Karomah, Senin (8/2/2021).
Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz , di lokasi pengungsian banjir Masjid Al Karomah, Senin (8/2/2021). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kota Pekalongan -

Banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah meluas dan ketinggian air semakin naik. Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengungkap status tanggap darurat banjir untuk wilayahnya.

"Kita nyatakan Kota Pekalongan tanggap darurat banjir. Dengan pernyataan tanggap darurat banjir yang telah kita SK-kan, kita leluasa dalam penanganan banjir ini, terutama dalam pendanaan," ujar Saelany kepada wartawan di lokasi pengungsian Masjid Al Karomah, Kota Pekalongan, Senin (8/2/2021).

Status tanggap darurat ini, jelasnya, dituangkan dalam SK Wali Kota Pekalongan No: 362/0054 Tahun 2021, tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir di Kota Pekalongan. Status ini berlaku selama 14 hari sejak Minggu (7/2) hingga 20 Februari 2021.

"Kalau sebelumnya kita terbatas, dengan penanganan ini (banjir), saat ini kita diperbolehkan dengan mengambil dana cadangan-cadangan kita," jelasnya.

Penampakan banjir di Jalur Pantura Kota Pekalongan, Senin (8/2/2021) pukul 11.45 WIBPenampakan banjir di Jalur Pantura Kota Pekalongan, Senin (8/2/2021) pukul 11.45 WIB (Foto: Robby Bernardi/detikcom)

Dia memaparkan dari 27 kelurahan dalam 4 kecamatan di Kota Pekalongan, 22 kelurahan di antaranya kebanjiran. Sedangkan jumlah pengungsi saat ini mencapai 2.882 jiwa yang tersebar di 47 titik lokasi pengungsian. Sebanyak 60 dapur umum juga telah disiapkan untuk para warga terdampak banjir.

Banjir di Kota Pekalongan makin meninggi sehingga warga dan anak-anak mulai mengungsi, Minggu (7/2/2021)Banjir di Kota Pekalongan makin meninggi sehingga warga dan anak-anak mulai mengungsi, Minggu (7/2/2021) (Foto: Robby Bernardi/detikcom)

"Tentu saja, kita prioritaskan sektor kesehatan, makan, bagi para pengungsi dan mereka yang terdampak bencana banjir. Yang terdampak, mereka yang tidak mengungsi, jumlah keseluruhannya hampir 14 ribu," jelas Saelany.

Diberitakan sebelumnya, genangan banjir juga merendam jalur Pantura Kota Pekalongan. Arus lalu lintas dari Semarang ke Jakarta dan sebaliknya pun macet.

Pantauan di lokasi, Senin (8/2), pukul 11.45 WIB, banjir terlihat di Tirto yang menjadi perbatasan Kota Pekalongan dengan Kabupaten Pekalongan. Di ruas Pantura Kota Pekalongan ini genangan terlihat sepanjang 500 meter.

Ketinggian genangan banjir bervariasi dari 15 sentimeter hingga 50 sentimeter. Kendaraan yang melintas dari arah timur (Semarang-Jakarta) maupun sebaliknya padat merayap.

(sip/ams)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT