Ada Jalan Tagore di Solo, Ada Kaitan dengan Filsuf Rabindranath Tagore?

ADVERTISEMENT

Ada Jalan Tagore di Solo, Ada Kaitan dengan Filsuf Rabindranath Tagore?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 19:41 WIB
Jalan Tagore di kawasan Terminal Tirtonadi Solo. Ruas jalan ini mengabadikan nama filsuf India Rabindranath Tagore.
Jalan Tagore di kawasan Terminal Tirtonadi Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Suryo Suparto, nama lain Mangkunegara VII, banyak mengenal pemikiran Tagore dari Noto Suroto. Dari situlah peristiwa kedatangan Rabindranath Tagore di Solo terwujud.

"Dia beberapa kali ketemu Tagore, menulis buku tentang Tagore, sampai balik ke Jawa. Di sini dia tidak dapat tempat, akhirnya diterima Mangkunegara VII menjadi sekretaris," kata pria yang akrab disapa Titus itu.

Kedatangan Rabindranath Tagore di Mangkunegaran.Kedatangan Rabindranath Tagore di Mangkunegaran. Foto: dok. Istimewa

Noto Suroto sendiri adalah sosok kontroversial. Dia adalah sastrawan yang juga turut bergerak memperjuangkan Indonesia dengan pemikirannya.

Menurutnya, dalam kemerdekaan Indonesia harus dibarengi dengan perbaikan sosial ekonomi terlebih dahulu. Sementara para tokoh pergerakan lain pada masa itu menginginkan revolusi dengan konsekuensi mengorbankan darah.

"Dia membuat konsep asosiasi, pertemuan Belanda dan Indonesia, makanya dia dianggap pengkhianat oleh teman-teman Indonesia dan dianggap musuh oleh Belanda. Pemikiran Noto ini banyak dipengaruhi Tagore dan Mahatma Gandhi," kata Titus.

Setelah Mangkunegara VII mangkat, posisi Noto Suroto tersingkir. Apalagi saat itu dirinya sudah mengalami sakit-sakitan karena penyakit komplikasi.

"Anak istri Noto ini orang Belanda, karena dia lama tinggal di sana. Anak sempat menjenguk ke sini sebelum meninggal. Noto suroto meninggal dalam kesepian, kemelaratan dan dilupakan orang," pungkasnya.


(bai/ams)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT