Heboh Pengantin di Kudus Naik Gerobak Terobos Banjir, Ini Kisahnya

ADVERTISEMENT

Heboh Pengantin di Kudus Naik Gerobak Terobos Banjir, Ini Kisahnya

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 19:14 WIB
Pengantin naik gerobak terobos banjir di Jalan Kudus-Purwodadi di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Sabtu (7/2/2021)
Foto: tangkapan layar video viral pengantin naik gerobak
Kudus -

Video sepasang pengantin naik gerobak saat menerobos banjir di Jalan Kudus-Purwodadi viral di media sosial. Video itu memperlihatkan sepasang pengantin yang duduk di atas gerobak untuk menerobos banjir.

Video itu salah satunya diunggah di akun Instagram Kudus viral. Video berdurasi 24 detik itu memperlihatkan sepasang pengantin naik gerobak dan ditarik.

Terlihat di video itu, pengantin perempuan mengenakan pakaian warna coklat duduk sambil membawa payung. Sementara mempelai laki-laki mengenakan jas warna hitam dan berpeci duduk di belakang.

Tampak seorang pria menarik gerobak yang dinaiki sepasang pengantin itu. Di sisi lain, tampak genangan banjir di jalan yang dilintasi kedua mempelai itu.

"Viral pengantin naik Songkro gara-gara terjebak banjir di Tanjung Karang. Bpk Danramil dan Kapolsek Jati membantu penyeberangan pengantin baru di desa Tanjung Karang," tulis akun @kudusviral, seperti dikutip detikcom, Minggu (7/2/2021). Unggahan tersebut sudah ditonton sebanyak lebih dari 12 ribu kali.

Untuk diketahui, akses Jalan Kudus-Purwodadi di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati ini terendam banjir dengan ketinggian 50 sentimeter, Sabtu (7/2) kemarin. Banyak kendaraan sepeda motor yang mogok saat melintas di jalan tersebut, sehingga arus lalu lintas menjadi macet.

Di lokasi itu, banyak warga yang memang menyediakan jasa sewa gerobak untuk melintasi jalan yang terendam banjir. Sekali menyewa gerobak ini dikenakan tarif Rp 30 ribu.

Dimintai konfirmasi, Kades Tanjung Karang, Sumarno mengatakan pasangan pengantin itu melintas di Jalan Kudus-Purwodadi pada Sabtu (6/2) kemarin. Dia menyebut sepasang pengantin itu bukanlah warganya.

"Iya benar kemarin ada sepasang pengantin yang dinaikkan gerobak dorong melintas Tanjungkarang (Jalan Kudus-Purwodadi) karena kondisi jalan tergenang air," kata Sumarno saat dihubungi detikcom, Minggu (7/2/2021).

"Itu bukan warga saya. Informasinya orang Undaan, di jalan itu hanya melintas aja. Bukan orang Tanjung Karang," sambung dia.

Sumarno mengatakan Tanjung Karang menjadi salah satu wilayah terdampak banjir di Kudus. Dia menyebut 90 persen wilayahnya tergenang banjir kali ini.

"Karena memang jalan di sana tergenang air cukup dalam. Di desa kami saja 90 persen terdampak banjir," terang Sumarno.

Terpisah, Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo mencatat ada tiga kecamatan dan sembilan desa di Kudus yang terendam banjir. Kecamatan Jati ada tiga desa, kecamatan Undaan ada dua desa, dan Kecamatan Mejobo ada empat desa.

"Adapun jumlah terdampak di tiga kecamatan ada 5.324 KK dengan 17.204 jiwa dan 2.873 rumah terendam banjir. Banjir limpasan akibat sungai Wulan dan Lusi (Sungai Juana)," jelas Budi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (7/2).

(ams/ams)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT