Terpopuler Sepekan di Jateng

Nekat Piknik ke Bali Pedagang Pasar Boyolali Berujung Terpapar Corona

Ragil Ajiyanto - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 09:03 WIB
Rombongan Paguyuban Pedagang Pasar Cepogo yang pulang dari piknik di Bali dicegat Satgas COVID-19 di Boyolali, Selasa (2/2/2021).
Rombongan Paguyuban Pedagang Pasar Cepogo yang pulang dari piknik di Bali dicegat Satgas COVID-19 di Boyolali, Selasa (2/2/2021). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Ratusan pedagang Pasar Cepogo, Boyolali nekat piknik ke Bali. Namun, sepulang dari piknik, ditemukan lima pedagang yang positif terpapar virus Corona (COVID-19) saat swab antigen.

"Dari 5 bus itu terdapat 206 orang yang ikut, semua kita lakukan pemeriksaan rapid antigen dan hasilnya ada 5 yang positif," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, Selasa (2/2/2021).

Rombongan pedagang Pasar Cepogo ini berangkat pada Jumat (29/1) dan tiba di Boyolali pada Rabu (2/2) lalu. Penemuan kasus positif COVID-19 dari rombongan pedagang pasar ini diketahui saat bus yang mereka tumpangi dicegat tim Satgas Penanganan COVID-19 Boyolali.

Lima rombongan bus pedagang pasar itu dicegat di pintu exit tol Bandara Adi Soemarmo, Ngemplak, Boyolali. Rombongan ini lalu digiring ke Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

Pantauan detikcom, Selasa (2/2) lalu, sesampainya di halaman Asrama Haji Donohudan, para pedagang ini satu per satu disemprot disinfektan oleh petugas. Mereka kemudian dikumpulkan di Gedung Jeddah.

Tak hanya itu, petugas juga menyemprot bus-bus yang ditumpangi pedagang ini dengan disinfektan. Bus-bus itu disemprot dari luar menggunakan mobil pemadam kebakaran.

"Hari ini kita menyambut kedatangan rekan-rekan masyarakat Boyolali yang sudah terlanjur wisata ke Bali selama 4 hari. Kan kita pada hari-hari ini kan PPKM, ternyata masih ada orang-orang yang wisata dan jumlahnya besar, sehingga Pemerintah Kabupaten Boyolali punya tanggung jawab untuk menjaga kesehatan masyarakat," kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Boyolali, Masruri, kepada wartawan di halaman Asrama Haji Donohudan, Selasa (2/2).

Rombongan pedagang Pasar Cepogo ini terdiri dari 170 orang dewasa, dan 23 anak-anak, serta kru bus dan biro perjalanan. Masruri menyebut Paguyuban Pedagang Pasar Cepogo Boyolali ini biasa berwisata setahun sekali.

Acara wisata itu merupakan hasil tabungan dan iuran anggotanya selama setahun. Namun, acara piknik tahun ini dinilai tidak tepat karena digelar saat pandemi virus Corona dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebagian Jawa-Bali.

"Hanya waktunya yang tidak tepat. Satgas (Kabupaten) itu tahunya (mereka) sudah di Bali," jelas Masruri.

Dia mengatakan Camat Cepogo mengaku sudah mengimbau paguyuban pedagang itu agar menunda acara piknik ke Bali itu. Namun, rombongan pedagang itu tetap nekat.

"Kalau PPKM jelas melanggar karena jumlahnya begitu banyak ," tegasnya.

Sementara itu, Dinkes Boyolali menyebut kelima orang yang terpapar Corona itu yakni tiga orang dewasa dan dua anak-anak. Ketiga orang dewasa yang dinyatakan positif Corona itu langsung dikarantina di Asrama Haji Donohudan yang kini menjadi tempat karantina pasien COVID-19 tanpa gejala atau OTG dari wilayah Solo Raya.

"Sedangkan yang dua anak-anak, karena tidak ada orang dewasa yang mengasuhnya, maka mereka dipulangkan untuk isolasi mandiri di rumah. Anak usia 7 dan 8 tahun," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina.

Lina, sapaannya, mengatakan para rombongan piknik yang negatif saat tes antigen diperbolehkan pulang. Pihak Dinkes memastikan kondisi kesehatan rombongan pedagang Pasar Cepogo itu tetap dipantau perkembangannya.

Selengkapnya soal kondisi kasus Corona di Boyolali..

Simak juga video 'Panduan Isolasi Mandiri dari Kemenkes':

[Gambas:Video 20detik]