KH Atabik Ali Mertua Anas Urbaningrum Dimakamkan dengan Protokol COVID-19

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 15:52 WIB
KH Atabik Ali wafat, Sabtu (6/2/2021).
KH Atabik Ali. (Foto: dok akun FB KH Mustofa Bisri)
Yogyakarta -

KH Atabik Ali wafat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta siang tadi. Salah seorang pengasuh di Ponpes Krapyak Bantul ini dimakamkan dengan protokol COVID-19.

"Iya benar, beritanya (meninggal) sekitar jam 12 di PKU Yogya," ucap kerabat KH Atabik Ali, Gus Kholid kepada detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Dia menjelaskan mertua Anas Urbaningrum yang akrab disapa Gus Bik itu wafat pada usia 78 tahun. Gus Kholid mengungkap KH Atabik Ali sempat dirawat di rumah sakit selama lebih dari seminggu.

"Menurut konfirmasi gerah sepuh (sakit tua), karena sempat stroke berapa kali dan beliau lebih dari seminggu dirawat di rumah sakit. Tapi menurut info penanganannya (saat di rumah sakit) menggunakan plasma kovalen, ya seperti penanganan di RS rujukan COVID-19," ucapnya.

Karena itu, lanjut Gus Kholid, pemakaman jenazah KH Atabik Ali berlangsung dengan protokol COVID-19 di makam pathok Negoro Dongkelan Kauman, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, hari ini.

"Itu kan dimakamkan di Dongkelan insyaallah hari ini dengan protokol (COVID-19). Pemakamannya berdampingan dengan KHR Najib Abdul Qodir," katanya.

KH Atabik Ali adalah putera dari (alm) KH Ali Maksum, ulama kharismatik yang pernah menjabat Rais Aam PBNU. KH Atabik juga merupakan ayah mertua dari mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Kabar wafatnya KH Atabik Ali juga disampaikan oleh KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. "Innã liLlãhi wainnã ilaiHi rãji'uun. Hari ini menerima berita duka: saudaraku, putera Kiaiku: KH. Atabik Ali bin KH. Ali Maksum telah berpulang ke rahmat Allah," demikian ditulis Gus Mus, seperti yang dilihat detikcom, siang tadi.

"Semoga amal-amal baik almarhum diterima oleh Allah dan kesalahan-kesalahannya diampuni olehNya. Allahummaghfir lahu warhamhu wa'ãfihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzülahu waj'aliljannata matswãh. Al-Fãtihah. Dan semoga Keluarga besar yang ditinggalkannya diberi tambahan ketabahan dan kesabaran. 'AzhzhamaLlãhu ajrahum wa ahsana 'azã-ahum. Ãmïn," lanjut Gus Mus.

(sip/sip)