Polisi Periksa Keluarga Pasien Soal Dugaan Malapraktik RS Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 13:05 WIB
Erni Marsaulina (50) dan Raplan Sianturi (59) menunjukkan surat aduan ke Polda Jateng dan foto putra mereka yang meninggal di ruang isolasi, Rabu (27/1/2021).
Erni Marsaulina (50) dan Raplan Sianturi (59) menunjukkan surat aduan ke Polda Jateng dan foto putra mereka yang meninggal di ruang isolasi, Rabu (27/1/2021). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Polisi meminta klarifikasi pihak keluarga pasien yang melaporkan salah satu rumah sakit (RS) swasta terkait dugaan malapraktik hingga menyebabkan pasien meninggal. Polisi mendalami keterangan keluarga soal meninggalnya korban.

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Asep Mauludin mengatakan klarifikasi terhadap pelapor atau keluarga pasien dilakukan hari Rabu (3/2) lalu.

"Benar kemarin (Rabu) kita lakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan istrinya. Materinya soal peristiwa yang dialami pelapor," kata Asep kepada wartawan di Semarang lewat telepon, Jumat (5/2/2021).

Asep menyebut pihaknya juga segera memanggil pihak rumah sakit.

"Dalam waktu dekat, akan kita panggil juga pihak Rumah Sakit Tlogorejo untuk dimintai keterangan. Tahapannya masih proses penyelidikan, masih awal," jelasnya.

Peristiwa dugaan malapraktik ini terjadi saat pasien asal Jakarta, Samuel Reven (26) meninggal pada 3 November 2020 lalu di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Pihak keluarga merasa ada yang janggal saat diminta menandatangani kertas agar mendapat bantuan Kemenkes hingga keterangan penyakit yang tidak jelas meski hasil swab COVID-19 menunjukkan negatif.

Ayah Samuel, Raplan Sianturi (59), mengatakan pihaknya membawa ke ranah hukum karena pertemuan yang sudah dilaksanakan beberapa kali dengan pihak rumah sakit tidak membuahkan hasil. Raplan menegaskan ingin bentuk kejujuran dan tanggung jawab dari rumah sakit soal kematian anaknya.

"Sampai sekarang kami belum ada kejelasan dari rumah sakit (soal penyakit Samuel). Kami minta keadilan, kejujuran dan kebenaran," kata Raplan beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan kematian, penyakit Samuel hanya berisi 'penyakit tidak menular'. Beberapa kali pertemuan dengan pihak rumah sakit juga tidak membuahkan hasil.

Raplan juga menyayangkan pimpinan yayasan rumah sakit tidak tahu soal peristiwa itu sebelum diangkat ke media. Raplan sempat ditemui oleh pimpinan yayasan di Jakarta pekan lalu.

"Dia (pimpinan Yayasan) tidak tahu masalah ini. Bagaimana manajemen rumah sakit ini," cetusnya.

Diwawancara terpisah, Direktur Pemasaran SMC RS Telogorejo yang juga membawahi humas, dr Gracia Rutyana H, mengatakan perawatan dan tindakan medis terhadap Samuel Reven sudah dilakukan sesuai prosedur.

"Seluruh kronologis proses dan tindakan medis telah kami jelaskan dengan proporsional dan benar dan sesuai standar organisasi profesi kepada pihak keluarga. Selanjutnya kami tetap bersedia melakukan mediasi dengan pihak keluarga serta organisasi profesi atau instansi terkait," kata Gracia saat ditemui, Rabu (27/1).

Sima video 'RS Swasta di Semarang Dipolisikan Terkait Dugaan Malapraktik':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)