Ajak Warga Ikuti Jateng di Rumah Saja, Walkot Semarang: Tak Usah Panik

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 18:40 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: Pemkot Semarang)
Semarang -

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengajak warganya untuk mengikuti gerakan Jateng di Rumah Saja yang digelar dua hari pada akhir pekan ini. Warga pun diminta tidak perlu panik dengan berbondong-bondong membeli bahan pangan sebelum hari Sabtu.

"Kepada masyarakat terkait surat edaran Pak Gubernur, ikuti saja. Sejauh ini bahan pokok tersedia dengan baik, tidak usah panik stok di rumah. Ini cuma dua hari. Semoga niat baik ini dapat menurunkan kasus COVID-19," kata Hendi, sapaannya, kepada wartawan di Balai Kota Semarang, Rabu (3/2/2021).

Selain itu, Hendi juga akan melakukan modifikasi kegiatan pasar dalam gerakan Jateng di Rumah Saja. Menurutnya, pasar merupakan tempat pemenuhan logistik.

Hendi mengatakan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah soal gerakan Jateng di Rumah Saja disebutkan dalam poin pertama huruf b bahwa sektor esensial logistik dan kebutuhan masyarakat bisa beraktivitas. Namun dalam huruf c disebutkan pasar masuk dalam kegiatan yang harus ditutup tanggal 6 dan 7 Februari 2021 atau akhir pekan ini.

"Menurut edaran itu harus tutup. Yang terinci jelas, ya jalankan. Yang perlu dimodifikasi seperti pasar. Intinya boleh buka, pastinya tidak bergerombol. Mereka kan menjual kebutuhan pokok," ujarnya.

Hendi memang belum menjelaskan modifikasi seperti apa yang dimaksud. Ia menyebut memang perlu modifikasi termasuk jika ada warga yang penghasilannya harian.

"Kalau yang pendapatannya harian kan perlu dilindungi. Lihat situasi, kalau memang perlu dimodifikasi ya modifikasi," tandas Hendi.

Untuk diketahui, hari Sabtu dan Minggu tanggal 6 dan 7 Februari 2021 atau akhir pekan ini akan dilaksanakan Jateng di Rumah Saja. Gerakan itu meminta masyarakat tidak berkegiatan di luar rumah selama dua hari. Pertokoan, restoran, hingga tempat wisata dan hiburan diminta tutup.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta agar warga tidak keluar rumah dan tempat berbagai kegiatan seperti toko, restoran, tempat wisata untuk tutup.

"Hanya dua hari saja tempat-tempat keramaian pariwisata toko pasar kita istirahat dulu. Nah nanti pasar-pasar kesempatan kita semprot semuanya biar sekalian bersih, tempat pariwisata juga ditutup dulu," kata Ganjar di rumah dinasnya, Selasa (2/2).

Ia berharap dengan dua hari Jateng di Rumah Saja bisa terlihat apakah berdampak pada pengendalian kasus COVID-19. Maka ia meminta partisipasi seluruh elemen masyarakat.

"Sehingga kita harapkan masyarakat dua hari tidak tumpah ruah di jalan, semua ada di rumah dan kita minta partisipasi ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat. Ini sudah disiapkan surat edarannya nantinya agar per hari ini nanti bisa berjalan dengan baik," katanya.

Simak video 'FX Rudy Tolak 'Jateng di Rumah Saja', Ganjar: Semua Sudah Mendukung':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)