Soal 'Jateng di Rumah Saja', Plt Bupati Kudus: Dadakan Susah Juga

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 16:54 WIB
Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di pendapa Bupati Kudus, Selasa (1/9/2020).
Foto: Plt Bupati Kudus HM Hartopo di pendapa Bupati Kudus, Selasa (1/9/2020). (Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Plt Bupati Kudus HM Hartopo menilai gerakan Jateng di Rumah Saja terbilang dadakan sehingga sulit untuk memberi bantuan bagi warga terdampak. Namun pihaknya tetap akan mengikuti program sesuai SE Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tersebut.

"Sebetulnya semacam harus pekerja harian, tidak boleh pergi. Makannya harus bekerja hari itu, itu harusnya kita sendiri kita pikirkan. Kondisi (gerakan Jateng di Rumah Saja) dadakan, untuk (beri bantuan warga terdampak) agendakan anggaran juga susah juga," kata Hartopo saat dihubungi detikcom lewat telepon, Rabu (3/2/2021).

"Dengan surat edaran semua pasar, mal dan tempat wisata semua tutup. Tapi memang perusahaan seperti di (pabrik kertas) Pura itu yang mesinnya harus 24 jam itu dihidupkan. Tapi cuman hanya (perusahaan) beberapa saja, itu tidak bisa (kalau ditutup). Aku sendiri tidak masalah, yang penting tetap protokol kesehatan," lanjutnya.

Hartopo mengatakan kelonggaran bagi perusahaan saat pelaksanaan Jateng di Rumah Saja, tidak diperuntukkan ke semua perusahaan. Namun hanya tertentu saja. Karena kata dia, di Kudus ada perusahaan yang tengah mengerjakan kepentingan negara.

"Pada dasarnya semua perusahaan semuanya siap. Emang yang sifatnya urgent dan untuk kepentingan negara ya masalah di Pura kepentingan negara, di sana ada masalah banderol masalah apa itu mungkin kita kasih kelonggaran. Dan artinya kita tetap protokol kesehatan," jelas Hartopo.

Namun untuk pasar hingga mal, lanjutnya, akan ditutup selama gerakan Jateng di Rumah Saja nanti. Bahkan disebutnya semua pasar sudah siap melakukan penutupan selama dua hari nanti.

"Pasar dasarnya semuanya mengikuti. Cuman kita tidak tahu bagaimana nanti realisasinya. Kita memerintahkan untuk ditutup," ungkap Hartopo.

Diwawancara terpisah, Kabid Pasar Dinas Perdagangan Kudus, Albertus Harys, mengatakan untuk semua pasar di Kudus tutup selama dua hari. Menurutnya di Kudus ada 27 pasar.

"Tutup semuanya, yang di bawah pengelolaan Pemkab Kudus ada 27 pasar. Tapi pasar di bawah pengelolaan desa juga diminta untuk tutup," kata Harys saat dihubungi detikcom lewat pesan singkat sore ini.

"Kalau sanksi tidak ada, tapi akan ada petugas penjaga di setiap pasar yang memastikan pasar tutup, dua hari tersebut digunakan untuk kebersihan pasar dan penyemprotan disinfektan di lingkungan pasar," sambung Harys.

(rih/sip)