Pedagang Kudus Keberatan Pasar Tutup Saat Jateng di Rumah Saja: Rugi Miliaran

- detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 17:31 WIB
Pasar Kliwon Kudus, Rabu (3/2/2021).
Pasar Kliwon Kudus, Rabu (3/2/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Kudus menyampaikan keberatan atas keputusan menutup pasar selama dua hari saat gerakan 'Jateng di Rumah Saja'. HPPK Kudus menilai penutupan selama dua hari berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 50 miliar.

"Kami menyampaikan keberatan atas ditutupnya pasar tradisional. Hal itu akan mengganggu ekonomi, tidak hanya dari pelaku pasar atau pedagang akan tetapi menyangkut upah karyawan, pemasok, penyetor dan pelaku pasar terkait," kata Ketua HPPK Sulistiyanto kepada wartawan lewat pesan singkat, Rabu (3/2/2021).

Sulis mengatakan penutupan selama dua hari jelas akan berpotensi kehilangan pendapatan. Menurutnya jika ditutup selama dua hari pedagang akan kehilangan pendapatan hingga Rp 50 miliar.

"Omset kami selama dua hari ditutup bisa rugi puluhan miliar, bisa Rp 50 miliar. Kita ada 2.500 pedagang di Pasar Kliwon," ungkap Sulis.

Dia meminta kepada pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan tersebut. Sulis pun mengaku para pedagang sanggup melaksanakan protokol kesehatan di pasar.

"Memohon kepada pihak pembuat kebijakan dalam hal ini, gubernur, bupati untuk meninjau kembali kebijakan dengan beberapa pertimbangan," ujar Sulis.

"Kami pelaku pasar sanggup melaksanakan prokes yang diperketat di lingkungan pasar tradisional dan kami sanggup mengadakan satgas swadaya untuk penegakan prokes di pasar tradisional," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi meneken surat edaran (SE) terkait gerakan 'Jateng di Rumah Saja' pada 6-7 Februari 2021 nanti. Pasar dan mal akan ditutup selama dua hari.

"Dengan surat edaran semua pasar, mal dan tempat wisata semua tutup. Tapi memang perusahaan seperti di Pura itu yang mesinnya harus 24 jam itu dihidupkan. Tapi cuman hanya (perusahaan) beberapa saja. Itu tidak bisa. Aku sendiri tidak masalah, yang penting tetap protokol kesehatan," kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat dihubungi detikcom, Rabu (3/2).

Diwawancara terpisah, Kabid Pasar Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys mengatakan semua pasar di Kudus tutup selama dua hari saat Jateng di Rumah Saja. Menurutnya di Kudus ada 27 pasar.

"Tutup semuanya, yang di bawah pengelolaan Pemkab Kudus ada 27 pasar. Tapi pasar di bawah pengelolaan desa juga diminta untuk tutup," kata Harys kepada detikcom lewat pesan singkat sore ini.

"Kalau sanksi tidak ada, tapi akan ada petugas penjaga di setiap pasar yang memastikan pasar tutup, 2 hari tersebut digunakan untuk kebersihan pasar dan penyemprotan disinfektan di lingkungan pasar," sambung Harys.

(Dian Utoro Aji/rih)