Jalur Pantura Kendal Rusak, Polisi: Tiap Hari Muncul Puluhan Lubang Baru

Dimas Saktyo R - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 15:46 WIB
Jalur Pantura Kendal, Jawa Tengah berlubang, Rabu (3/2/2021).
Jalur Pantura Kendal rusak berlubang. (Foto: Saktyo Dimas R/detikcom)
Kendal -

Jalur Pantura di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah rusak. Polisi menyebut ada puluhan lubang baru di jalur tersebut tiap harinya.

"Jalan Pantura Kendal rusak dan berlubang akibat intensitas hujan yang tinggi. Rata-rata kedalaman lubang antara 10 cm hingga 20 cm, dan hampir tiap hari pula muncul puluhan lubang jalan," kata Kanitlaka Lantas Polres Kendal, Iptu Tri Budi, kepada detikcom saat melihat proses penambalan jalan, di jalan Soekarno-Hatta, Rabu (3/2/2021).

Lubang-lubang tersebut berada di sepanjang ruas jalan mulai dari perbatasan Kabupaten Batang dan Kendal hingga perbatasan Kendal-Semarang.

Akibat jalan yang rusak berlubang dan bergelombang, kendaraan yang melintas harus melaju dengan pelan. Rata-rata pengemudi kendaraan bermotor harus menurunkan kecepatannya hingga 20 kilometer per jam untuk menghindari lubang di jalan tersebut.

"Tadi bisa kita lihat ratusan lubang ada di sepanjang Jalan Pantura Kendal dari mulai perbatasan dengan Semarang dan perbatasan Batang," jelasnya.

Ditambah lagi pada musim hujan, jalan yang berlubang tertutup oleh genangan air sehingga membahayakan pengendara. Dia mengimbau pengendara untuk berhati-hati melintasi jalur ini terutama saat hujan.

"Jadi ada dua kecelakaan akibat lubang jalan dan salah satu kecelakaan ada korbannya yang meninggal. Itu kejadiannya di lingkar Weleri," terangnya.

Satlantas Polres Kendal dan Dinas Perhubungan Kendal telah memasang papan peringatan di setiap titik area kerusakan. Lubang jalan tersebut juga dicat dengan harapan para pengguna jalan bisa menghindarinya.

Polisi juga berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional agar jalan yang rusak segera diperbaiki meski sifatnya darurat.

Diwawancara dalam kesempatan yang sama, Satker PPK 31 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah Semarang-Kendal, Hadi Suprayitno, mengatakan perbaikan jalan saat musim hujan diprioritaskan pada lokasi yang krusial.

"Intensitas hujan yang tinggi membuat kami bekerja mengejar waktu dan cuaca karena kalau jalan ditambal kondisi hujan maka hasilnya akan berlubang lagi. Kami pilih yang lubang krusial dulu yang benar-benar dalam dan lebar lubangnya karena kan sifatnya darurat dan sementara," kata Hadi kepada detikcom saat melihat proses penambalan di Jalan Soekarno Hatta, hari ini.

Selain intensitas hujan yang tinggi, saluran air di sekitar jalur Pantura juga disebut menjadi kendala dalam proses penambalan jalan.

"Kendala kami saat penambalan jalan ya karena curah hujan tinggi dan saluran air yang tersumbat. Aspal jalan yang rusak ini juga akibat air genangan yang tidak bisa mengalir dan ini karena saluran air di sekitarnya tersumbat. Saya harap masyarakat mau membantu merawat saluran air di sekitarnya agar jangan sampai tersumbat," pungkasnya.

(sip/ams)