Kawanan Monyet Berkeliaran-Rusak Tanaman Jagung di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 30 Jan 2021 19:12 WIB
Penampakan monyet di Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Klaten.
Penampakan monyet di Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Klaten. Foto: Facebook Cah Delanggu
Klaten -

Kawanan monyet liar berkeliaran dan rusak tanaman jagung warga di Klaten. Monyet dilaporkan berkeliaran di Desa Klepu, Kecamatan Ceper dan Desa Karang, Kecamatan Delanggu.

"Betul ada monyet liar berkeliaran sejak beberapa hari lalu. Tapi hanya merusak tanaman jagung," kata Kepala Desa Klepu, Mustofa, Sabtu (30/1/2021).

Mustofa menjelaskan monyet tersebut menurut laporan berjumlah tiga eko dan tidak sampai menyerang warga. "Cuma jagung. Tidak ada warga yang terluka," sambung Mustofa.

Warga Dusun Tempel, Desa Klepu, Hudi, mengatakan dia melihat ada dua ekor monyet yang berkeliaran di dusunnya.

"Yang terlihat cuma dua ekor di sekitar makam," kata Hudi.

Menurut Hudi, kemunculan monyet liar itu baru pertama kali ini. Monyet itu diduga berasal dari kawasan utara desa.

"Ada sungai di utara desa kalau terus ke barat bisa sampai kecamatan Karanganom, Jatinom dan lereng Merapi tapi jauh," ujarnya.

Warga Desa Klepu lainnya, Prawito, menjelaskan monyet itu diduga liar karena di desanya tidak ada warga yang memelihara. Perilaku monyet yang berkeliaran itu juga tampak kelaparan.

"Monyet itu jelas liar sebab perilakunya liar dan terlihat lapar. Warga mencoba memasang umpan pepaya langsung diambil tapi tidak ada yang berani menangkap," ujar Prawito.

Kemunculan monyet liar juga diunggah warga Desa Karang, Kecamatan Delanggu di media sosial. "Ada monyet lepas di Makam Krecek Karang Delanggu. Ada bekas luka di bagian pinggang. Tadi sempat di rumah bapak Suyadi ngosak ngasik pohon ace. Monggo yg merasa kehilangan. Keburu monyet nya kabur," tulis sebuah akun Facebook yang disertai unggahan foto.

Terpisah, Kapolsek Ceper AKP Sarwiyono menjelaskan pihaknya monyet liar tersebut tidak menyerang warga. Tapi hanya merusak tanaman jagung.

"Tidak ada laporan korban luka, hanya merusak tanaman jagung warga. Jumlahnya tiga ekor," kata Sarwiyono saat dihubungi.

Menurut Sarwiyono, belum bisa dipastikan dari mana asal primata tersebut. Namun ada kemungkinan monyet itu berasal dari lereng Gunung Merapi.

"Tidak bisa dipastikan asalnya. Kemungkinan dari Merapi yang panas terus monyet pada turun ke kampung juga bisa," imbuh Sarwiyono.

(rih/rih)