Aktivitas Gunung Merapi Sepekan: Jarak Luncur Awan Panas Makin Jauh

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 19:13 WIB
Gunung Merapi erupsi Rabu (27/1) siang ini. Warga yang berada di kawasan rawan bencana pun turun untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman.
Gunung Merapi erupsi, Rabu (27/1/2021) siang. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom
Yogyakarta -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Salah satu buktinya yakni dengan adanya peningkatan gempa di permukaan dan kejadian guguran lava serta awan panas selama sepekan ini. Berikut laporan lengkap aktivitas Merapi selama sepekan periode 22-28 Januari 2021.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan dalam periode pengamatan aktivitas Merapi sepekan, tercatat ratusan kali guguran lava pijar, dan puluhan kali awan panas guguran. Jarak luncur awan panas mencapai 3,5 kilometer ke arah Kali Boyong.

"Dalam satu minggu ini guguran lava pijar teramati sebanyak 230 kali dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. Awan panas guguran terjadi sebanyak 71 kali dengan jarak luncur maksimal 3.500 meter arah Kali Boyong," kata Hanik dalam keterangannya, Jumat (29/1/2021).

Hanik mengatakan dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 71 kali Awan panas guguran (AP), 6 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 105 kali gempa fase banyak (MP), 1148 kali gempa guguran (RF), 122 kali gempa hembusan (DG) dan 1 kali gempa tektonik (TT).

"Secara umum kegempaan internal pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu, sedangkan gempa di permukaan seperti gempa guguran dan awan panas meningkat," sebutnya.

Selain penurunan kegempaan internal, Hanik menyebut jika laju deformasi atau pemendekan di tubuh Merapi mengalami penurunan.

"Deformasi Merapi yang dipantau dengan menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 0,4 cm per hari, menurun dari minggu sebelumnya," ucapnya.

Hanik menjelaskan dalam pekan ini turut teramati adanya penurunan volume kubah lava yang cukup banyak. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kejadian awan panas dan guguran lava pijar.

"Pada tanggal 25 Januari 2021 volume kubah lava 2021 terukur sebesar 157.000 m3. Kemudian pada tanggal 28 Januari 2021 berkurang menjadi 62.000 m3 terutama akibat aktivitas guguran dan awan panas yang terjadi pada tanggal 26 dan 27 Januari 2021," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hanik menjelaskan secara visual pada minggu ini cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah.

"Tinggi asap maksimum 750 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 25 Januari 2021 pukul 05.30 WIB," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...