Sultan Targetkan Vaksinasi Corona untuk Nakes di Yogya Rampung Februari

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 12:37 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Yogyakarta, Kamis (28/1/2021)
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. (Foto: dok. Humas Pemprov DIY)
Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali melaksanakan vaksinasi virus Corona atau COVID-19 tahap kedua. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyebut vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes) rampung bulan Februari 2021.

"Untuk proses pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga kesehatan diharapkan akan selesai secara keseluruhan pada akhir bulan Februari 2021," kata Sultan saat memberi sambutan di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Kamis (28/1/2021).

"Saat ini sebanyak 12.858 orang (nakes) atau 58,48 persen telah divaksin dan data ini akan masih terus berkembang," sambungnya.

Sultan mengatakan vaksinasi perdana telah diawali oleh 15 tokoh DIY yang mewakili kalangan birokrasi, TNI, Polri, BIN, tenaga kesehatan dan IDI beserta organisasi keagamaan. Menurutnya sejauh ini para penerima vaksinasi tetap sehat dan tidak ada keluhan.

"Semoga pada vaksinasi kedua ini semuanya dalam kondisi siap untuk disuntik antibodi atau kekebalan diharapkan dapat mulai terbentuk dua minggu setelah pemberian vaksinasi kedua nanti kondisi," terangnya.

Penyuntikan vaksin Corona tahap kedua ini digelar di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, dan ini diikuti 13 peserta. Mengingat Kapolda DIY mengikuti video conference dengan Kapolri di RS Bhayangkara Polda DIY dan Direktur RSUP Sardjito mengikuti vaksinasi massal di Grha Sabha UGM.

Sultan lalu bicara soal tidak ada sanksi bagi warga yang menolak vaksinasi di DIY. Sultan menyampaikan mengedepankan kearifan lokal dalam pelaksanaan vaksinasi di DIY.

"Dan mungkin agak berbeda dengan daerah lain atas dasar kepercayaan pada kearifan lokal masyarakat DIY tidak akan dikenakan sanksi. Karena saya yakin bahwa seluruh lapisan masyarakat DIY pada gilirannya nanti dengan penuh kesadaran akan siap untuk divaksinasi dalam hal ini masyarakat harus menjadi subjek dalam menangkal penyebaran virus COVID-19 ini," jelas Sultan.

Dalam kesempatan ini, Sultan juga menyampaikan ketersediaan bed rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY. Untuk pemanfaatan ruang ICU bertambah dari 76 menjadi 84 atau naik 17,5 persen dan pemanfaatan rata-rata sebesar 70 persen.

"Bed critical bertambah dari 642 menjadi 798 naik 20 persen pemanfaatan rata-rata berkisar 80 persen," ucapnya.

(ams/sip)