RS Swasta di Semarang Dipolisikan Terkait Dugaan Malapraktik

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 20:24 WIB
Erni Marsaulina (50) dan Raplan Sianturi (59) menunjukkan surat aduan ke Polda Jateng dan foto putra mereka yang meninggal di ruang isolasi, Rabu (27/1/2021).
Erni (50) dan Raplan (59) menunjukkan surat aduan ke Polda Jateng dan foto putra mereka yang meninggal di ruang isolasi, Rabu (27/1/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Sementara itu kuasa hukum keluarga pasien, Artha Uli, mengatakan dari dua kali pertemuan dengan rumah sakit, ditawarkan diselesaikan kekeluargaan namun belum tahu apa wujudnya. Keluarga sebenarnya minta kejelasan soal apa yang sebenarnya dialami pasien.

"Damai seperti apa? Tidak pernah diberitahu. Akhirnya buat somasi dengan dugaan malapraktek. Dijawab dengan tetap diselesaikan secara damai. Kami melakukan pengaduan ke Polda Jawa Tengah dan diarahkan ke Ditkrimsus," kata Artha pada kesempatan yang sama.

Aduan tercatat dengan nomor register STPA/46/I/2021/Reskrimsus tertanggal 25 Januari 2021. Pihak keluarga masih terbuka jika pihak rumah sakit kembali ingin bertemu. Keluarga juga menegaskan ingin kejelasan soal anaknya dan berharap kejadian yang menimpa putranya tidak terulang.

"Semoga ini tidak sampai terulang ke orang lain," katanya.

Terpisah, Direktur Pemasaran SMC RS Telogorejo yang juga membawahi humas, dr Gracia Rutyana H, mengatakan perawatan dan tindakan medis sudah dilakukan sesuai standar yang baik.

"Seluruh kronologis proses dan tindakan medis telah kami jelaskan dengan proporsional dan benar dan sesuai standar organisasi profesi kepada pihak keluarga. Selanjutnya kami tetap bersedia melakukan mediasi dengan pihak keluarga serta organisasi profesi atau instansi terkait," kata Gracia saat ditemui.

Halaman

(rih/mbr)