Round-Up

Drama Anak Gugat Orang Tua di Salatiga Berujung Musyawarah Keluarga

Akbar Hari Mukti - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 07:46 WIB
Suasana sidang anak gugat orang tua gegara mobil di PN Salatiga, Selasa (26/1/2021).
Suasana sidang anak gugat orang tua di PN Salatiga, Selasa 26/1/2021. (Foto: Akbar Hari Mukti/detikcom)
Salatiga -

Persidangan dengan agenda replik kasus anak menggugat kedua orang tuanya karena mobil yang dijadikan gono gini perceraian berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Salatiga, Selasa (26/1). Dari persidangan itu, para pihak sepakat melakukan mediasi.

Hakim Ketua Persidangan, Bambang Trikoro, mengatakan kesempatan bermediasi diberikan sebelum pembacaan replik. Kesempatan mediasi itu kemudian digunakan oleh para pihak.

"Sebelum replik, kami beri kesempatan untuk mediasi. Para pihak sepakat mediasi," jelas Hakim Ketua persidangan, Bambang Trikoro, di sela persidangan di PN Salatiga, Argomulyo, Selasa (26/1/2021).

Persidangan berlangsung mulai pukul 10.27. Hanya Dewi Firdauz yang datang di persidangan tersebut, ditemani kuasa hukumnya, Haryanto. Sementara baik Alfian Prabowo dan Agus Sunaryo masing-masing diwakili kuasa hukumnya.

Sidang hanya berlangsung selama 5 menit karena para pihak sepakat melakukan mediasi. Mediasi para pihak saat ini berlangsung di ruangan mediasi di PN Salatiga.

Dalam kesempatan itu, Kuasa Hukum Alfian Prabowo, Caesar Fortunus Wauran, mengatakan pihaknya menawarkan kesepakatan perdamaian kepada pihak tergugat. Poin kesepakatan itu di antaranya Agus Sunaryo dan Dewi Firdauz mencabut semua gugatan permohonan kasasi gono-gini yang sedang ditempuh.

Kemudian setelah pencabutan semua gugatan itu, Alfian akan mencabut gugatannya ke kedua orang tuanya.

"Selain mencabut semua gugatan permohonan kasasi kedua orangtua dan pencabutan gugatan Alfian ke orang tuanya, juga pembagian harta bersama dilakukan dengan musyawarah, dan semua pihak berjanji hidup damai tanpa pertikaian," jelas Caesar.

Sementara dalam mediasi, para tergugat sepakat untuk bermusyawarah. Dewi Firdauz dan Agus Sunaryo segera melakukan musyawarah terkait poin perdamaian yang diberikan anaknya.

"Kami dari para tergugat sepakat bermusyawarah untuk mencari kedamaian. Ada poin-poin perdamaian dari sang anak yang harus disepakati semua pihak," jelas Kuasa Hukum Dewi Firdauz, Haryanto, ditemui detikcom usai mediasi.

Dalam mediasi tersebut, Haryanto mengatakan telah membaca poin-poin kesepakatan perdamaian yang ditawarkan Alfian Prabowo terhadap orang tuanya. Menanggapi itu, ia mengatakan Dewi Firdauz dan Agus Sunaryo akan melakukan musyawarah terkait gono gini yang saat ini masuk di kasasi.

"Misyawarah terlebih terkait gono-gini yang sekarang masuk kasasi. Jika sepakat, maka terkait gono-gini akan diselesaikan secara musyawarah kekeluargaan," jelasnya.

Senada, Kuasa hukum Alfian, Caesar Fortunus Wauran, mengatakan baik Dewi Firdauz dan Agus Sunaryo segera bermusyawarah untuk menyepakati syarat-syarat yang diajukan Alfian Prabowo.

"Mereka mau musyawarah, intinya syaratnya itu agar kedua orang tuanya berdamai tak saling gugat menggugat," jelasnya.

Caesar mengatakan, dalam kesepakatan yang diajukan Alfian Prabowo juga tak terdapat Mobil Toyota Fortuner dan juga uang sewa Rp 200 juta. Alfian tak mempermasalahkan mobil itu dipakai ibunya.

"Dalam poin kesepakatan memang tak ada mobil Toyota Fortuner dan uang sewa Rp 200 juta. Ia tak masalah mobil dipakai ibunya, asalkan orang tua bisa damai, sudah," jelasnya.

(mbr/mbr)