Viral! Emak-emak Pesepeda Hadang Mobil di Pantura Pemalang

Robby Bernardi - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 20:09 WIB
Emak-emak pesepeda hadang mobil di Pantura Pemalang bikin lalin macet
Foto: dok. tangkapan layar video viral emak-emak pesepeda hadang mobil.
Pemalang -

Video seorang emak-emak menuntun sepedanya menghadang mobil di jalan viral di media sosial. Tampak lalu lintas menjadi macet akibat aksi nekat emak-emak pesepeda itu.

Video berdurasi 15 detik itu diunggah akun @putri*** dan di-repost @pemalang.update. Dalam video itu dinarasikan, 'seorang emak-emak bersepeda nekat menghadang mobil yang sedang melaju di Jalan Pantura Comal, Ampelgading, Pemalang. Kondisi lalu lintas seketika macet akibat aksi nekat emak di tengah jalan'.

Terlihat seorang emak-emak pesepeda itu memakai kaos ungu diduga hendak menyeberang jalan. Namun dia tiba-tiba berhenti di tengah jalan raya Pantura saat ada mobil warna putih sedang melaju.

Terlihat seorang pria bertopi dan berkaus hijau menarik sepeda emak-emak itu untuk mundur. Namun, bukannya mundur, justru terjadi aksi tarik-menarik di tengah jalan antara emak-emak itu dengan pria bertopi.

Tampak beberapa kendaraan yang melintas kemudian memperlambat laju kendaraannya untuk menghindari emak-emak tersebut. Peristiwa itu diketahui terjadi di Jalan Raya Pantura Ampelgading, Pemalang, Senin (25/1) kemarin. Usut punya usut, emak-emak itu ternyata memang dikenal nekat dan sudah beberapa kali melakukan hal yang sama.

"Tidak hanya sekali ia melakukan hal itu, (sudah) beberapa kali," kata Kapolsek Ampelgading Iptu Teguh Hadi Santoso, saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (26/1/2021).

Emak-emak itu diketahui kerap berhenti di tengah jalan saat hendak menyeberang, bahkan terkadang menabrakkan sepedanya ke arah kendaraan yang melintas. Teguh mengatakan pihaknya sudah sering mengingatkan emak-emak itu agar berhati-hati.

"Ia pernah melakukannya di sekitar Pos Polisi Blandong Comal," ujarnya.

Pihaknya pun mengaku tidak tahu identitas emak-emak pesepeda itu. Dia berharap keluarga emak-emak itu bisa turut mengawasi agar tidak membahayakan keselamatan.

"Belum tahu siapa dan warga mana. Mestinya pihak keluarga atau desa mengawasi, agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain," imbuh Teguh.

(ams/rih)