Selatan Jawa Pernah Diguncang Gempa M 8, Akankah Terulang?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 19:35 WIB
Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Foto: Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Semarang -

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 8,0 pernah terjadi di selatan Jawa di masa lalu. Apakah gempa tersebut berpotensi terulang dan berdampak khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya?

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie, memaparkan secara historis gempa-gempa signifikan di atas magnitudo (M) 7,0 pernah terjadi di masa lalu khususnya di selatan Jawa dan zona megathrust. Namun untuk menentukan soal pengulangan kejadian masih perlu dikaji lagi.

"Gempa besar dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9 yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi sebanyak 8 kali, yaitu tahun 1903 (M 7,9), 1921 (M 7,5), 1937 (M 7,2), 1981 (M 7,0), 1994 (M 7,6), 2006 (M 7,8) dan 2009 (M 7,3). Sementara itu, gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi 3 kali, yaitu tahun 1780 (M 8,5), 1859 (M 8,5), dan 1943 (M 8,1)," jelas Setyoajie dalam konferensi pers daring, Selasa (26/1/2021).

"Namun demikian perlu kajian lebih lanjut terkait periode ulang gempa," imbuhnya.

Saat ini, lanjut Setyoajie, belum ada teknologi yang bisa memprakirakan kapan gempa tektonik akan terjadi secara akurat. Maka ia mengimbau agar tidak termakan hoaks soal informasi gempa. Masyarakat bisa memastikan dulu ke pihak yang berkaitan.

"Jangan mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya, check dan re-check info tersebut, kalau perlu tanyakan langsung ke BMKG, sebagai institusi resmi yang bertanggung jawab terkait informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di Indonesia," jelasnya.

Maka saat ini yang perlu dilakukan masyarakat yaitu memahami konsep evakuasi mandiri ketika gempa bumi terjadi. Termasuk memahami informasi yang disampaikan oleh BMKG atau pemerintah ketika terjadi bencana.

"Yang perlu dilakukan masyarakat dalam rangka memitigasi dampak akibat dari gempa bumi adalah dengan memahami konsep evakuasi mandiri serta bagaimana menelaah informasi yang disampaikan oleh BMKG ataupun institusi terkait atau Pemda," ujarnya.

Dalam paparannya saat jumpa pers daring, Setyoajie juga menjelaskan pada bulan Januari 2021 ini sudah terjadi 22 kali gempa bumi dan yang bisa dirasakan getarannya ada 2 kali.

"14 Januari kemarin di Purwokerto dirasakan gempa, dipicunya karena apa masih kajian. Kalau lokasi episentrum ada di tenggara sesar Ajibarang," imbuhnya.

Simak juga video 'Titik-titik Rawan Gempa di Indonesia yang Perlu Diwaspadai':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)