Gagal Disuntik Vaksin Corona Gegara Tensi, Waket DPRD Boyolali: Kurang Tidur

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 16:31 WIB
Boyolali -

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Fuadi, gagal divaksin virus Corona atau COVID-19 gegara tensi tinggi, hari ini. Dia mengaku semalam kurang tidur.

Fuadi mengatakan dari hasil screening saat hendak divaksin ternyata tensi darahnya tinggi. Vaksinasi terhadap dirinya pun terpaksa ditunda.

"Iya (tidak jadi divaksin) karena tensi saya 150, karena tadi malam saya kurang tidur," kata Fuadi kepada detikcom, Senin (25/1/2021).

Menurutnya, vaksinansi Corona terhadap dirinya akan dilakukan besok pagi di Puskesmas Boyolali Kota. Fuadi mengaku sudah diberi obat penurun tensi oleh Dinkes.

"Kalau saya besok diulang di Puskesmas Boyolali. (Tadi) Sudah dikontrol semua, masalahnya hanya satu, tensi (darah) tinggi," ujarnya.

Fuadi termasuk dalam 10 tokoh masyarakat di Boyolali menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin dalam pencanangan vaksinasi COVID-19.

"Memang ada yang ditunda satu, karena tensinya tinggi. Tapi ini sedang observasi, moga-moga sebentar lagi sudah bisa normal kembali," kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, kepada wartawan di sela-sela pencanangan vaksinasi COVID-19 di Kantor Dinas Kesehatan, Jalan Pandanaran, hari ini.

Para tokoh di Boyolali yang menjadi pelopor vaksinasi COVID-19 di Boyolali hari ini yakni Bupati Boyolali Seno Samodro, Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Aris Prasetyo, Kapolres AKBP Morry Ermond, Kajari Ismaya Hera Wardanie, Ketua PN Nurhadi. Kemudian Sekda Boyolali Masruri dan Wakil Bupati terpilih Wahyu Irawan.

"Kemudian perwakilan dari perempuan yaitu Ketua PKK Boyolali Ibu Desi Adiwarni dan Ibu Woro Indriyati. Pertama kali di Boyolali yang divaksin adalah Bapak Bupati Seno Samodro," ujar Lina, sapaan akrabnya.

Sedangkan Ketua DPRD Boyolali S Paryanto dan Wakil Bupati yang juga Bupati terpilih M Said Hidayat tidak masuk dalam tokoh yang mendapat vaksin pertama ini. Lina mengatakan hal itu karena alokasi untuk pencanangan vaksinasi COVID-19 hanya untuk 10 tokoh masyarakat.

"Jadi ini dari pusat, istilahnya kita hanya dapat alokasi 10 tokoh masyarakat yang diberikan vaksinasi untuk pencanangan. Sehingga dari 10 itu kita lakukan proses seleksi screening dan akhirnya yang 10 itu tadi bisa kita munculkan. Jadi harus mewakili, mewakili unsur pimpinan daerah, unsur ASN, Forkopimda, unsur wanita dan unsur dari tokoh masyarakat," jelasnya.

Setelah tokoh masyarakat, vaksinasi hari ini dilanjutkan untuk para tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Boyolali. Kemudian besok dilanjutkan untuk nakes di seluruh Kabupaten Boyolali, yaitu rumah sakit, puskesmas dan klinik.

Menurut Lina, pada tahap pertama ini Boyolali mendapatkan alokasi vaksin COVID-19 sebanyak 7.600 dosis yang diperuntukkan bagi para nakes. Setiap orang akan mendapatkan dua dosis. Dosis kedua akan diberikan dua pekan lagi.

"Untuk nakes sudah mencukupi," imbuhnya.

Setelah mendapatkan vaksin, lanjut dia, para tokoh masyarakat tersebut dilakukan observasi selama 30 menit untuk melihat adanya kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Alhamdulillah tadi yang sudah diimunisasi tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda KIPI," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2