Nyaris Gagal Divaksin Gegara Tensi Tinggi, Bupati Brebes: Tadi Grogi

Imam Suripto - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 15:21 WIB
Bupati Brebes Idza Priyanti saat disuntik vaksin COVID-19, di aula RSUD Brebes, Senin (25/1/2021)
Bupati Brebes Idza Priyanti saat disuntik vaksin COVID-19 di Aula RSUD Brebes, Senin (25/1/2021). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Bupati Brebes, Jawa Tengah, Idza Priyanti, sempat nyaris gagal disuntik vaksin COVID-19 hari ini karena tekanan darah tinggi. Idza mengaku dia sempat grogi saat diukur tekanan darahnya sebelum vaksinasi virus Corona.

"Tadi tensinya sampai 159/98 jadi tidak bisa divaksin. Mungkin tadi sempat grogi, masih ketakutan jadi tensi darahnya tinggi, tapi setelah rileks dan bisa beradaptasi dengan situasi akhirnya tensinya normal," kata Idza usai divaksin COVID-19 di Aula RSUD Brebes, Senin (25/1/2021).

Penyuntikan vaksin COVID-19 ini dilakukan pukul 13.00 WIB tadi. Setelah sempat gagal di screening pertama, Idza akhirnya lolos setelah tekanan darahnya kembali normal.

"Tadi diperiksa di rumah saya tensinya 110/80 tapi setelah diperiksa di sini di meja 2 tensinya 120/80," ceritanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr Sartono mengatakan dengan ditambah Idza, total penerima vaksin perdana di wilayahnya hari ini menjadi empat orang. Dari total 11 pejabat dan tokoh yang dijadwalkan menerima vaksin, mayoritas gagal divaksin karena tensi tinggi.

"Tadi memang hanya 3 sekarang menjadi 4 yang bisa divaksin perdana. Karena bupati barusan berhasil divaksin," ucap Sartono.

Ke-11 pejabat dan tokoh masyarakat di Brebes yang dijadwalkan menerima vaksin COVID-19 perdana ini yakni Bupati Brebes Idza Priyanti beserta wakilnya Narjo. Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, Kadinkes Brebes dr Sartono, Kajari Brebes Emy Munfarida, perwakilan DPRD Brebes Muhamad Rizki Ubaidilah, dan Ketua IDI Brebes dr Rasipin.

Lalu Ketua IBI Uji Rahayu, Ketua PPNI Prawoto, perwakilan dewan masjid/NU Akhmad Sururi dan perwakilan Muhammadiyah Bagus Haryadi. Namun dari hasil screening enak pejabat lainnya gagal disuntik karena tekanan darahnya tinggi dan seorang lagi karena usai divaksin lainnya.

"Belum lama Kapolres mendapat vaksin lain, jadi tidak memenuhi syarat. Perwakilan orang medis tidak ada yang lolos termasuk saya, tensinya tidak memenuhi syarat," ucap Sartono.

(ams/rih)