Mayat Mengapung di Perairan Jepara, Basarnas: Bukan 12 ABK yang Hilang

Dian Utoro Aji - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 15:25 WIB
Ilustrasi korban tenggelam
Foto: Ilustrasi (Mindra Purnomo)
Jepara -

Sesosok mayat ditemukan mengapung di perairan Jepara, kemarin. Basarnas Semarang Cabang Jepara memastikan mayat itu bukan salah satu dari 12 anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang di perairan Jepara belum lama ini.

"Itu beda nelayan, bukan yang dari salah satu 12 nelayan yang hilang kemarin," kata Koordinator Basarnas Semarang Cabang Jepara, Whisnu Yuas, kepada detikcom lewat pesan singkat, Senin (25/1/2021).

Whisnu mengatakan mayat itu diketahui bernama Roifin (35) warga Batang. Korban merupakan pencari kepiting yang terjatuh di perairan Batang, Selasa (19/1) lalu.

"Korban Roifin (35) warga Batang, korban tersebut bukan salah satu ABK yang hilang 12 itu. Korban nelayan pencari kepiting, di mana satu minggu yang lalu jatuh di perairan Batang, pada Selasa (19/1) di utara perairan Batang," jelasnya.

Whisnu menyebut jasad Roifin itu ditemukan pada Minggu (241/) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB. Penemuan itu bermula saat ada nelayan yang mancing di perairan Pantai Panjang Jepara. Saat itu saksi melihat mayat mengapung di air.

"Penemuan mayat pada Minggu (24/1) kemarin. Kronologi kejadian ada nelayan mencari ikan. Ketika sampai di sekitaran Pulau Panjang saksi melihat jenazah mengapung," terangnya.

Setelah menemukan mayat itu, saksi kemudian melaporkan kepada petugas. Mayat yang ditemukan itu kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Jenazah saat ini sudah diambil pihak keluarga dari Batang.

Diberitakan sebelumnya, 12 anak buah kapal (ABK) cantrang asal Batang dilaporkan hilang di perairan Jepara. Setelah tujuh hari operasi pencarian pada Rabu (20/1), Basarnas Semarang Cabang Jepara menutup operasi pencarian.

"Sesuai dengan SOP, hari ketujuh dan sudah koordinasi juga dengan pengurus kapal dan ketua HNSI terus keluarga korban beserta dari unsur terkait. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, dan ini sesuai SOP sudah tujuh hari, operasi ditutup," kata Koordinator Basarnas Semarang Cabang Jepara, Whisnu Yuas, saat dihubungi detikcom, Rabu (20/1).

Whisnu mengatakan meski operasi pencarian ditutup, pencarian ke-12 orang itu bisa dilakukan kembali. Hal itu jika ada tanda dari ABK yang hilang tersebut.

(rih/ams)