Detik-detik Rampok Setengah Miliar Semarang Lepaskan Tembakan Direka Ulang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 14:19 WIB
Prarekonstruksi perampokan setengah miliar di Semarang, Senin (25/1/2021).
Prarekonstruksi perampokan setengah miliar rupiah di Semarang. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Kota Semarang -

Polisi menggelar prarekonstruksi perampokan setengah miliar rupiah di Kota Semarang, Jawa Tengah hari ini. Diketahui ada dua pelaku yang menodongkan senjata api, dan salah seorang di antaranya melepaskan tembakan saat berusaha kabur.

Para tersangka dihadirkan di lokasi kejadian, Jalan Karakatau VIII, Semarang Timur, Senin (25/1/2021). Mereka yaitu Susanto (39) warga Gayamsari Semarang, Rahmat (39), Frans Panjaitan (36), dan Maftuhi (25) warga Bumijaya, Lampung Tengah. Kemudian Vidi Kondian (30) warga Mekar Jaya, Lampung Tengah dan Moch Agus Irawan (38) warga Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Adegan dimulai saat Rahmat, Frans, Maftuhi, dan Vidi berbocengan dengan dua motor tiba di dekat lokasi dan memantau dari balik tanaman. Saat saksi bernama Teguh yang membawa uang perusahaan turun dari mobil di seberang kantornya, para pelaku langsung bersiap melaju.

Saat itulah pelaku Frans turun dari motor dan menodongkan senjata api sembari berusaha merebut tas besar dan tas kecil yang dibawa Teguh. Rahmat yang juga turun dari motor ternyata juga menodongkan senjata. Teguh ternyata sempat menggertak pelaku kalau dia juga punya senjata.

"Saya sempat takut karena dia (Teguh) bilang juga punya senjata," kata Frans saat memperagakan adegan mengambil tas.

Setelah berhasil mengambil satu tas, mereka langsung kembali ke motor dan kabur. Ketika itu beberapa orang yang melihat keributan mulai berkumpul cepat sehingga tidak jauh dari lokasi, Frans melepas tembakan.

"Saya tembak ke atas sekali, pas mulai banyak orang. Di pertigaan itu," ujar Frans kepada polisi.

Polisi mengungkap tak lama usai kelompok itu kabur, datang pelaku lainnya, Susanto. Susanto merupakan sopir di perusahaan pemilik uang itu. Susanto kemudian berlagak mengajak salah seorang teman dan mengejar para pelaku.

"Ya (pura-pura mengejar), saat kami lihat (dalam pra rekonstruksi) dan dari keterangan, sempat datang dan memakai kendaraan, alasannya datang untuk bekerja. Datang ke TKP ada temannya ikut gonceng (bonceng) dan mengejar," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana di sela rekonstruksi kejadian.

Susanto ternyata merupakan otak dari aksi perampokan setengah miliar itu. Dia yang memberi informasi soal Teguh yang bertugas mengambil uang hingga jumlah tas di dalam mobil.

Indra menjelaskan ada 30 adegan yang disaksikan oleh berbagai pihak terkait termasuk pengacara. Ia menjelaskan dari ada kecocokan antara pengakuan saksi maupun pelaku.

"Ada 30 adegan. Dari keterangan baik saksi dan tersangka hampir mirip, sesuai dengan yang saksi ketahui dan tersangka," pungkasnya.

Untuk diketahui, peristiwa perampokan itu terjadi hari Senin (18/1) pekan lalu sekitar pukul 08.00 WIB. Para pelaku menggasak Rp 563 juta dan membagi masing-masing Rp 90 juta.

(sip/ams)