Bupati Sragen Teken Perpanjangan PPKM Jilid 2, Ini Aturannya

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 12:58 WIB
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kamis (14/5/2020).
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kamis (14/5/2020). (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, resmi meneken instruksi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hari ini hingga 8 Februari 2021 mendatang. Berdasarkan evaluasi, Yuni mengakui adanya penurunan laju tambahan kasus COVID-19 usai pelaksanaan PPKM tahap pertama.

"PPKM pagi ini tadi saya teken (surat instruksi), sebagai kelanjutan instruksi dari Kemendagri untuk dua pekan sampai dengan 8 Februari. Semoga bisa betul-betul menekan laju COVID-19 di Kabupaten Sragen," ujar Yuni ditemui detikcom di RSUD dr Soehadi Prijonegori Sragen, Senin (25/1/2021).

Yuni melanjutkan perpanjangan PPKM selama dua pekan ini akan menggunakan pola yang tak jauh beda dengan periode pertama. Hanya ada sedikit perubahan pada batasan jam operasional di sektor perdagangan dan kuliner.

"Jam operasional maksimal pukul 21.00 WIB. Untuk toko modern maksimal kam 20.00 WIB, dan layanan pesan antar kami batasi hingga pukul 21.00 WIB," urainya.

Sementara seluruh kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, lanjut Yuni, masih tidak diperbolehkan. Patroli di tingkat kecamatan dan kelurahan juga tetap diintensifkan.

"Ada sedikit kelonggaran (jam operasional), tapi untuk kerumunan, pesta masih belum diizinkan. Teman-teman di kecamatan sampai tingkat desa setiap malam patroli," kata dia.

Yuni mengakui ada penurunan yang signifikan terkait laju penambahan kasus COVID-19 sejak diterapkannya PPKM dua pekan terakhir. Dia mengungkap pada pekan kedua PPKM, jumlah tambahan kasus COVID-19 selalu di bawah 50 kasus.

"Yang jelas report harian kepala dinas DKK kepada saya kemarin saja 37 yang positif, 37 sembuh. Dua hari lalu 13 yang positif. Delapan hari terakhir ini sangat sedikit," papar Yuni.

Penurunan juga terjadi pada jumlah warga positif COVID-19, yang menempuh isolasi mandiri di Technopark Sragen. Yuni mengatakan Technopark Sragen hari ini tinggal diisi 47 warga saja.

"Sekarang di Technopark diisi 47 warga, dari 280 warga sebelum PPKM diberlakukan," imbuhnya.

Yuni meminta masyarakat untuk kembali bersabar dengan diperpanjangnya PPKM di Sragen. Pihaknya berharap penambahan COVID-19 benar-benar bisa ditekan agar masyarakat segera bisa beraktivitas secara normal.

"Ini sangat efektif, mohon bersabar seluruh masyarakat. Setelah dua pekan ini betul-betul ada penurunan yang signifikan, insyaallah bisa berkehidupan yang normal lagi, tapi tetap 3M nya jangan dilupakan," pungkasnya.

(sip/mbr)