Penyintas COVID-19, Wabup dan Kapolres Blora Gagal Disuntik Vaksin

Febrian Chandra - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 13:31 WIB
Seorang nakes di Blora menujukkan vial vaksin COVID-19
Seorang nakes di Blora menujukkan vial vaksin COVID-19 (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Wakil Bupati Blora Arif Rohman dan Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama gagal disuntik vaksin virus Corona atau COVID-19 hari ini. Keduanya merupakan penyintas COVID-19 sehingga tidak mendapatkan vaksin Corona.

"Pak Arif masuk kategori penyintas sehingga tidak di vaksin Sinovac," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Henny Indriyanti kepada detikcom, Senin (25/01/2021).

Arif merupakan pemenang Pilkada 2020 di Blora itu tidak memenuhi syarat penerima vaksin COVID-19 karena pernah terpapar Corona. Henny menyebut sebagai penyintas mereka sudah memiliki antibodi terhadap COVID-19.

"Yang sudah terpapar seperti Pak Arif tidak boleh ikut divaksin karena sudah ada antibodi di dalam tubuhnya. Selain itu ada beberapa kategori yang tidak boleh mengikuti vaksin, jumlahnya ada 16 kategori. Itu semua di-screening hari ini," terangnya.

Selain Arif, Henny menyebut Kapolres Blora juga tidak disuntik vaksin COVID-19. Wiraga sempat terpapar COVID-19 sehingga dinilai sudah memiliki antibodi.

"Jajaran Forkompinda divaksin semua, kecuali Wakil Bupati Arif Rohman dan Kapolres Blora AKBP Wiraga. Untuk Pak Kapolres kasusnya sama dengan Pak Arif karena pernah terpapar COVID-19," terangnya.

Kegiatan vaksinasi ini berlangsung di halaman belakang RSUD dr R Soetijono Blora. Tahap pertama vaksinasi ini diharapkan rampung ada 28 Januari mendatang.

"Tahap pertama gelombang 1 berlangsung hari ini 25-28 Januari. Gelombang kedua dijadwalkan akan berlangsung 8-11 Februari mendatang," terangnya.

Dia mengatakan target vaksinasi COVID-19 tahap pertama ini adalah nakes dan fokopimda. Total vaksin COVID-19 yang diterima Pemkab Blora mencapai 7.440 vial vaksin.

"Jumlah nakes yang tidak boleh divaksin 360-an se-Kabupaten Blora. Itu jelas tidak boleh mengikuti vaksin," tuturnya.

Sementara itu, Bupati terpilih Arif Rahman mengatakan dirinya tidak mengikuti vaksin karena telah terpapar COVID-19 pada 18 Desember 2020 lalu.

"Saya sudah pernah terpapar COVID-19 pada 18 Desember yang lalu. Selama terpapar itu, saya di sempat dirawat di RSUD Moewardi Solo selama 10 hari," kata Arif saat dihubungi via telepon siang ini.

(ams/mbr)