Bupati-Wabup dan Ketua DPRD Kebumen Batal Divaksin Corona, Kenapa?

Rinto Heksantoro - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 12:55 WIB
Wabup Kebumen Arif Sugiyanto saat diperiksa sebalum akhirnya batal divaksin COVID-19
Wabup Kebumen Arif Sugiyanto saat diperiksa sebalum akhirnya batal divaksin COVID-19. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Kebumen -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menggelar vaksinasi virus Corona atau COVID-19 perdana hari ini. Namun, dari 10 pejabat yang terdaftar sebagai penerima vaksin COVID-19, ada empat pejabat termasuk bupati dan wakil bupati yang batal divaksin.

Vaksinasi COVID-19 tersebut digelar di RSUD dokter Soedirman (RSDS) Kebumen. Bupati Kebumen Yazid Mahfudz batal disuntik vaksin karena berusia lanjut, sehingga dia tidak terdaftar sebagai prioritas penerima vaksin COVID-19.

"Tahun ini saya sudah masuk 62 tahun, hampir lansia, jadi tidak menjadi penerima vaksin," kata bupati dalam sambutan pada acara Pencanangan Vaksinasi COVID-19 Kebumen, Senin (25/1/2021).

Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto sedianya akan menjadi orang yang pertama kali menerima vaksin. Setelah melalui serangkaian prosedur, seperti screening kesehatan dan tensi darah, Arif Sugiyanto didampingi sejumlah pejabat RSDS menuju bilik vaksinasi.

Prosedur terakhir sebelum disuntik vaksin adalah rapid test antigen. Saat pengambilan sampel dahak, Arif ditanya apakah pernah mengidap COVID-19. Arif yang pernah menjadi penyintas Corona ini lalu diberitahu tim vaksinator tidak perlu disuntik vaksin.

"Iya akhirnya nggak jadi divaksin," ucap Arif Sugiyanto sembari bertolak ke Gedung DPRD Kebumen.

Tak hanya bupati dan wakil bupati, selain itu ada dua pejabat lain yang batal disuntik vaksin yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Ahmad Ujang Sugiono dan Ketua DPRD Sarimun. Keduanya batal divaksin lantaran memiliki tensi yang sangat tinggi.

"Ini ada beberapa pejabat (Sekda dan Ketua DPRD Kebumen) yang tidak lolos karena tensi (tinggi). Nah nanti kita tunggu sampai besok hingga tensi turun. Nanti kalau Pak Sekda saya tensi turun ya bisa divaksin, tapi tadi yang satunya lagi sampai 200 tensinya kayaknya cukup berat harus menurunkan dalam waktu sehari, kalau Pak Sekda kan hanya 140 kemungkinan masih bisa turun," jelas Kadinkes Kebumen, dokter Dwi Budi Satrio.

Untuk diketahui, jumlah vaksin yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk Pemkab Kebumen sebanyak 12.800 dosis. Setelah vaksinasi untuk para pejabat selesai, kemudian akan dijadwalkan pemberian vaksin untuk para tenaga kesehatan (nakes) yang sudah terekam pada Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SI-SDMK).

(ams/sip)