Penurunan Tanah di Pekalongan, Ganjar Minta Proyek Tanggul Dilanjut

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 18:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (29/12/2020).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Badan Geologi menyebut penurunan muka tanah paling parah terjadi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Terkait ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta proyek pembangunan tanggul di Kabupaten hingga Kota Pekalongan dilanjutkan.

"Sebenarnya tidak hanya di Pekalongan, ada Demak, Semarang, beberapa spot yang ada di Pantura memang demikian kondisinya," kata Ganjar kepada detikcom di kantornya, Jumat (22/1/2021).

Untuk mengatasi penurunan muka tanah itu, pihaknya telah berupaya membangun tol sekaligus tanggul. Khusus untuk Pekalongan, Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melanjutkan pembangunan tanggul.

"Jadi Pekalongan itu pun kita sudah bicara maka project tanggul itu dibuat itu belum tuntas, yang dari Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Sekarang mau kita tarik terus dan kami udah bicara dengan Menteri PUPR agar bisa melanjutkan pekerjaan (tanggul)," jelasnya.

"Memang kita butuh edukasi terus menerus kepada masyarakat terkait dengan kondisi tersebut," sambungnya.

Ganjar juga meminta urusan perizinan yang menjadi wewenang kabupaten/kota setempat untuk makin diperketat. Khususnya terkait izin pembangunan maupun pengambilan air tanah.

"Ya ada yang sedang diikhtiarkan untuk menggunakan cara organik, jadi memperbaiki kembali dengan melakukan penanaman di beberapa tempat. Cuma yang sulit tata ruang kan eksisting bangunan sudah ada, umpama ya mustinya memang diperketat, ekstremnya tidak diizinkan lagi pembangunan di wilayah area tersebut," ujar Ganjar.

"Yang kedua, tidak boleh lagi menggunakan air tanah. Kalau ketentuan itu bisa diketati maka ini akan terjadi (tertangani). Kalau tidak maka ini sinking island ini akan berbahaya jadi mengalami penurunan terus-menerus," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Geologi melakukan kajian di sejumlah titik yang berada di pesisir Pantura yang meliputi Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang dan Demak. Hasilnya ditemukan ada penurunan tanah hingga enam sentimeter per tahun di Kota Pekalongan.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan untuk mengukur tingkat penurunan muka tanah ini pihaknya telah membuat sumur pantau. "Kita membuat sumur pantau, pada alat pantau ini kita melihat seberapa jauh penurunan muka tanah, hasilnya di tahun 2020, terjadi penurunan enam sentimeter per tahun," kata Eko dalam konferensi virtual, Rabu (21/1) kemarin.

(ams/sip)