Round-Up

Konflik Keraton Yogya: Sultan Sebut Gaji Buta, Adiknya Tuding Penyerobotan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 07:12 WIB
Hidup ala bangsawan keraton mungkin bukan hal yang bisa dirasakan semua orang. Namun, Anda bisa mencoba hidup setengah hari sebagai bangsawan di Kraton Yogyakarta. Caranya juga mudah, cukup mengikuti Patehan Royal Hi-Tea yang diselenggarakan oleh otel Royal Ambarrukmo Yogyakarta
Seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta (Foto: Unsplash)
Yogyakarta -

Konflik internal di Keraton Yogyakarta terus menghangat. Sri Sultan HB X menyebut pencopotan kedua adiknya, GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat, karena keduanya hanya menerima gaji buta selama 5 tahun. Sedangkan Prabukusumo mengaku tidak masuk karena kantornya diserobot putri-putri Sultan.

"Ndak ada masalah, nek gelem aktif ya rapopo (kalau mau aktif tidak apa-apa), masak ming (hanya) gaji buta, 5 tahun ora (tidak) bertanggungjawab," kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Yogyakarta, Kamis (21/1).

Pasalnya, kedua adik Sultan itu menjabat sebagai pembina budaya. Di mana gajinya berasal dari APBN dalam hal ini Danais. "Lho iya toh (keduanya digaji), kan pembina budaya kan dari APBN (Danais)," ucapnya.

Oleh karena itu, Sultan menampik pendapat bahwa pencopotan keduanya karena berselisih paham soal sabda raja yang keluar tahun 2015. Hal itu, mengingat kerabat lain yang berselisih paham dengan Sultan soal sabda raja tersebut, hingga kini juga tidak dicopot dari jabatannya.

"Tidak ada hubungannya (dengan sabda raja) wong nyatanya yang tidak setuju sama saya kalau tetap dia melaksanakan tugas sebagai Penghageng juga tidak saya berhentikan. Mas Jatiningrat, Mas Hadiwinoto kan juga tetap kerja karena tetap melaksanakan tugas," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo menyebut jika sesekali masuk kantor untuk tanda tangan kenaikan pangkat abdi dalem. Namun alasannya lebih banyak tidak masuk karena kantornya di keraton diserobot dan juga bentuk konsistensi terhadap paugeran (aturan tradisi) pasca keluarnya sabda raja tahun 2015.

"Sampai dengan akhir tahun untuk permohonan gaji dan kenaikan pangkat abdi dalem saya tanda tangan, cek saja Danais," katanya melalui keterangan tertulis untuk wartawan, Kamis (21/1/2021).

Pasalnya, menurut pengakuan Gusti Prabu kantornya di Keraton diserobot putri-putri Sultan. Karena itu, dia hanya sesekali masuk kantor karena menyangkut kepentingan abdi dalem.

Lihat juga video 'Positif Corona, Istri Adik Sultan HB X Meninggal Dunia':

[Gambas:Video 20detik]






Selanjutnya: Adik Sultan tuding kantornya diserobot para putri Sultan

Selanjutnya
Halaman
1 2