Klaim Corona Turun, Walkot Semarang Harap PPKM Tak Diperpanjang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 18:53 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Foto: Pemkot Semarang
Semarang - Pemerintah pusat memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagian Jawa-Bali. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengklaim jumlah peningkatan kasus virus Corona atau COVID-19 harian di wilayahnya menurun dan berharap PPKM tak diperpanjang.

Hendi menjelaskan untuk hasil PPKM pertama memang baru bisa dilihat setelah tanggal 25 Januari 2021. Namun menurutnya sudah terlihat dampak penurunan kasus COVID-19 di Kota Semarang.

"Kita punya peluang Jumat, Sabtu, Minggu, tiga hari. Tapi sebagai informasi, hari ini dari record teman-teman di Satgas COVID-19, jumlah penderitaan COVID di Semarang menurun baik secara pertumbuhan atau akumulasi pasien. Tadinya waktu 11 Januari di atas 1.000 sekarang masuk 800-an total. Pertumbuhan dari 250-an (per hari) juga sudah 100 hingga 150-an," kata Hendrar di Hotel Pesona Semarang, Kamis (21/1/2021).

Pria yang kerap disapa Hendi ini juga menyampaikan dia sebenarnya berharap PPKM tidak diperpanjang. Namun karena pemerintah pusat sudah memutuskan PPKM diperpanjang dua pekan, maka Hendi mengajak semua masyarakat harus bekerja sama untuk penanganan COVID-19.

"Penginnya sih tidak diperpanjang. Tapi masyarakat harus sengkuyung bareng-bareng," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah menyoroti tingginya kasus COVID-19 di daerah-daerah yang melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). PPKM diperpanjang dari 26 Januari hingga dua minggu ke depan.

"Bapak Presiden meminta agar pembatasan kegiatan masyarakat ini dilanjutkan dari tanggal 26 sampai tanggal 8 Agustus (Februari, red) dan nanti pak Mendagri akan mengeluarkan instruksi Mendagri dan diharapkan masing-masing gubernur bisa mengevaluasi berdasarkan parameter tingkat kesembuhan di bawah nasional, kematian di atas nasional, dan positivity rate di atas nasional, dan BOR di atas nasional," ujar Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto dalam jumpa pers, Kamis (21/1). (rih/sip)