Dinkes Kota Semarang: 166 Nakes Tak Hadir Vaksinasi Tahap Pertama

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 21:18 WIB
Proses vaksinasi COVID-19 digelar di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta. Para tenaga kesehatan mendapat suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama.
Proses vaksinasi COVID-19. (Foto: Ari Saputra)
Semarang -

Sebanyak 166 orang tenaga kesehatan (nakes) di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak hadir dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Pelaksanaan vaksinasi bagi para nakes itu akan dijadwalkan ulang.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Semarang pada vaksinasi tanggal 14, 15, 16, dan 18 Januari 2021, ada 2.079 tenaga kesehatan yang terjadwal melakukan vaksinasi COVID-19. Dari jumlah tersebut 1.736 nakes sudah divaksin. Kemudian yang ditunda sebanyak 167 orang dan tidak hadir 166 orang. Sementara yang eksklusi 10 nakes.

"Tertunda karena alasan medis, karena 16 pertanyaan yang diberikan ada yang tidak lolos, sisanya tidak hadir dalam jadwal yang ditentukan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, di Balai Kota Semarang, Senin (18/1/2021).

Untuk alasan ketidakhadiran para nakes itu, Hakam mengatakan banyak kemungkinan namun kepastiannya belum diketahui. Pihaknya pun menjadwalkan ulang para nakes tersebut untuk divaksin.

"Reschedule yang tidak hadir. Saya sampaikan mengalah teman-teman Puskesmas untuk me-WA atau SMS bagi nakes yang terjadwal besok," ujarnya.

Hakam pun memastikan para nakes yang tidak hadir sesuai jadwal vaksinasi itu tak akan mendapatkan sanksi.

"Tidak ada sanksi," ujar Hakam, ketika diwawancara terpisah.

Hakam menambahkan, Kemenkes menyebutkan target nakes yang mendapat jatah vaksin COVID-19 selesai dilakukan penyuntikan pada akhir Februari 2021. Maka akan dilakukan percepatan berupa penambahan kuota vaksinasi per hari.

"Pak Menkes mengatakan akhir Februari selesai untuk nakes. Di Puskesmas harapannya dalam tiga sesi 50 divaksin. Jadi sesi pertama 15, sesi kedua 15, ketiga 20. Kalau bisa 50-an bisa lumayan banyak setiap hari," ujarnya.

(rih/mbr)