PPKM Purbalingga, PKL hingga Toko-toko Masih Bandel Langgar Aturan

Vandi Romadhon - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 15:59 WIB
Suasana salah satu pusat kuliner di Purbalingga, Kya Kya Mayong, Senin (18/1/2021).
Suasana salah satu pusat kuliner di Purbalingga, Kya Kya Mayong, Senin (18/1/2021). (Foto: Vandi Romadhon/detikcom)
Purbalingga -

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mengungkap belum semua masyarakat warga di daerah tersebut mematuhi aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Terutama soal aturan batasan jam operasional PKL dan toko di Purbalingga yang diatur maksimal hingga pukul 19.00 WIB.

"Meskipun sosialisasi sudah dilakukan secara terus menerus baik langsung kepada masyarakat, penjagaan dan patroli ke wilayah kota dan kantong-kantong kerumunan tapi tingkat kepatuhan belum 100 persen," kata Kepala Satpol PP Purbalingga Suroto kepada detikcom melalui pesan singkat, Senin (18/1/2021).

Hasil pengawasannya, toko-toko mandiri seperti toko baju dan outlet HP masih nekat buka melebihi ketentuan.

"Toko yang mandiri seperti outlet HP dan pakaian masih (beroperasi) sampai jam 8 malam," katanya.

Selain itu Suroto menyebutkan pelanggaran PPKM di Pusat kuliner seperti Purbalingga Food Center dan Kya Kya Mayong. Menurutnya masih ada banyak pedagang di lokasi tersebut yang tetap melayani di tempat melebihi pukul 21.00 WIB.

"PKL di Gang Mayong sama PFC belum taat sepenuhnya, kita pantau untuk memperbanyak take away, lanjutnya.

Suroto mengaku akan terus melakukan sosialisasi bersama TNI/POLRI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan organisasi kepemudaan. Tujuannya agar kasus aktif COVID-19 di Purbalingga dapat ditekan dibawah rata rata aktif nasional.

Menurutnya tantangan pelaksanaan PPKM adalah roda perekonomian masyarakat yang harus tetap berjalan. Suroto mengaku adanya beberapa keluhan PKL terkait kebijakan itu. Namun menurutnya inovasi menjadi salah satu solusinya.

"PKL juga harus berinovasi seperti jualan online atau strategi pemasaran lainnya, agar ekonomi tetap berjalan dan aman COVID-19." tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga drg Hanung Wikanto saat dimintai informasi terkait perkembangan COVID-19 setelah sepekan dilaksanakan PPKM mengaku belum bisa memberikan datanya.

"Masih sedang diupdate datanya," kata Hanung kepada detikcom.

(sip/mbr)