Melacak Jejak Seniman Pembuat Relief di Gedung Sarinah

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 13:06 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau lokasi penemuan relief di gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Relief tersebut akan direstorasi dan dipamerkan kepada publik saat pemugaran gedung Sarinah rampung. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Menteri BUMN Erick Thohir saat menengok relief di Gedung Sarinah. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Sleman - Tabir misteri sosok pembuat relief di gedung Sarinah perlahan mulai terkuak. Menurut Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kemungkinan besar relief itu dibuat oleh kelompok seniman dari Yogyakarta.

Sejauh ini dugaan seniman pembuat relief itu mengarah ke sosok pematung Edhi Soenarso. Terkait hal tersebut, Satya Sunarso, putra ketiga almarhum Edhi Soenarso belum bisa memastikan apakah relief itu benar buatan almarhum ayahnya atau bukan.

"Saya belum bisa (memastikan). Kami takut salah-salah jawab," kata Satya melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (18/1/2021).

Satya menjelaskan pihak keluarga masih mencari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan relief di Sarinah.

"Karena kami putra putri almarhum Edhi Soenarso belum sempat mencari dokumen," jelasnya.

Meski begitu, berdasarkan cerita yang dia dengar relief itu segaris dengan pembuatan patung di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Saat itu, ayahnya merupakan salah satu pematung di era Presiden Soekarno dan membangun sejumlah monumen seperti Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Patung Dirgantara atau Tugu Pancoran, dan Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta.

Edhi diketahui juga terlibat dalam pembangunan Tugu Pahlawan di Surabaya dan Tugu Muda di Semarang.

"Tapi menurut cerita teman-teman dan mantan staf almarhum Bapak, (relief Sarinah) itu segaris dengan pembuatan patung HI," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, menurut Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kemungkinan besar relief di Sarinah itu dibuat oleh kelompok seniman dari Yogyakarta. Akan tetapi belum diketahui pasti siapa arsitek serta blue print-nya dari relief bersejarah tersebut.

"Relief ini menurut catatan beberapa ahli sejarah, dan seni rupa nasional, dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah," ungkap salah seorang tokoh dan anggota TACB, Asikin dari keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (16/1).

"Menurut catatan pencipta tahun pembuatan relief ini adalah kelompok pematung, pelukis dari Yogyakarta. Siapa arsitek atau desainer patung ini masih ditelusuri oleh TACB juga blue print atau cetak birunya, karena penting untuk pekerjaan restorasi," sambungnya.

Selain itu, menurut Asikin karya seni ini ukurannya sangat epik serta gigantik. Diyakini karya seni ini pada saat dibuat sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern. (ams/sip)