Melihat Pembuatan 101 Wayang Berbahan Galvalum di Magelang

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 18:28 WIB
Proses pembuatan wayang dari bahan galvalum yang dilakukan Sujono Keron di Kabupaten Magelang, Kamis (14/1/2021).
Proses pembuatan wayang dari bahan galvalum yang dilakukan Sujono Keron di Kabupaten Magelang, Kamis (14/1/2021). Foto: Eko Susanto/detikcom
Kabupaten Magelang -

Seorang seniman dari Kabupaten Magelang, Sujono (51), membuat wayang dari bahan galvalum. Alasan memilih bahan galvalum agar tahan dari hujan dan panas.

"Alasannya yang pertama, tahan terhadap hujan, cuaca tetap bisa terkendali soal galvalum itu juga anti karat. Karena itu kualitasnya juga sangat kuat, nanti ketika hujan, panas, itu tetap tahan. Terus untuk pengecatan juga tidak sembarang pakai cat, memang harus pakai cat mobil," kata Sujono saat ditemui di rumahnya Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (14/1/2021).

Ia memilih bahan galvalum dengan ukuran ketebalan 0,3 milimeter. Bahan tersebut diperoleh dari Muntilan dan Kota Magelang. Kemudian, pembuatan tetap menggunakan tatah ukir yang tingkat bajanya tinggi.

"Untuk galvalum itu kan banyak sekali ukurannya. Kalau yang ini pakai ukuran 0,3. Ini, saya habis sekitar 70 meter," jelasnya.

Sujono saat ini tengah menyelesaikan pembuatan 100 tokoh wayang dan satu gunungan. Proses pembuatan telah dimulai sejak bulan November 2020. Dia dibantu istrinya dan anaknya.

Sujono yang juga pemimpin Sanggar Saujana Keron menuturkan, proses pembuatan wayang tetap mengacu dalam Buku Mahabarata. Gambar tokong pewayangan yang ada tersebut terus disketsa di galvalum. Untuk itu, tinggal menyesuaikan ukuran besar, kecil dan lebarnya.

Proses pembuatan wayang dari bahan galvalum yang dilakukan Sujono Keron di Kabupaten Magelang, Kamis (14/1/2021).Proses pembuatan wayang dari bahan galvalum yang dilakukan Sujono Keron di Kabupaten Magelang, Kamis (14/1/2021). Foto: Eko Susanto/detikcom

"Untuk proses pembuatan itu, saya tetap ngacu dengan Buku Mahabarata tentang pewayangan, jadi sedikit-sedikit saya juga hafal. Saya langsung sketsa dengan media galvalum itu, jadi secara langsung tidak pakai mal. Tinggal saya butuh panjang berapa, lebar berapa, itu menyesuaikan karakter bentuk dari kaki, wajah atau kaki itu disesuaikan. Ukuran paling panjang dan tinggi itu ukuran 2 mx90 cm, paling kecil 50 cm," ujarnya.

Ia mengakui, untuk membuat wayang lebih sulit dengan bahan dari kulit karena harus detail. Kemudian, untuk wayang dari bahan galvalum dibutuhkan kehati-hatian. Hal ini karena galvalum yang ditatah bisa menggores.

"Lebih sulit yang kulit karena lebih detail, tapi di tingkat bahaya di tangan, terlalu banyak bahaya karena goresan. Goresan tajam sekali material keras harus hati-hati," tutur Sujono seraya menyebut gapit juga dari besi yang ukuran disesuaikan besar kecilnya wayang, itu.

Pembuatan sebanyak 101 wayang ini, kata dia, merupakan pesanan dari temannya. Nantinya, wayang yang dipesan untuk salah satu destinasi wisata di kawasan Salaman, Kabupaten Magelang.

"Ini sistem borongan. Material dari saya semua, di sana nanti tinggal jadi. Nanti saya yang memasang," imbuhnya.

(rih/rih)