Kisah Mahasiswi Unnes Nyambi Ojol, Bantu Orang Tua-Ingin Lanjut S2

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 13:55 WIB
Lily Nur Rahmawati, mahasiswi Unnes nyambi driver ojek online (ojol), Rabu (13/1/2021).
Lily Nur Rahmawati, mahasiswi Unnes nyambi driver ojek online (ojol), Rabu (13/1/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Membantu keuangan orang tua dan menjaga prestasi di kampus dilakukan seorang mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) bernama Lily Nur Rahmawati. Ia memilih menjadi driver ojek online (ojol) di tengah banyaknya tugas ketika perkuliahan daring.

detikcom bertemu dengan Lily ketika berada di Unnes. Ternyata, ia sudah bergabung dengan ojol sejak tahun 2019 ketika masih semester 2 di Jurusan Ilmu Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes.

"Sudah dari 2019, semester 2. Pertama ya malu kalau ketemu teman-teman, pakai jaket ojol, tapi sekarang sudah biasa, dosen-dosen juga sudah tahu," kata Lily saat bertemu detikcom di Unnes, Rabu (13/1/2021).

Perundungan tidak perah didapat ketika ia memilih menjadi driver ojol. Ia justru mendapat dukungan dari teman-temannya dan justru banyak yang ingin mengikuti jejak Lily.

"Alhamdulillah semua baik, teman-teman malah pada pengin ikut. Tanya gimana daftarnya, tapi sekarang sudah tutup pendaftarannya," ujar Alumni SMK 1 Grobogan, Jawa Tengah, ini.

Lily memang ingin membantu orang tuanya dan memilih ojol karena bisa disambi dengan kuliah. Meski di masa pandemi ini orderan berkurang, namun ia tetap berusaha bahkan mengaspal hingga pukul 21.00 WIB.

"Untuk membantu orang tua juga, biaya kos. Pilih ojol ini tidak terikat waktu, jadi bisa dikondisikan dengan jadwal kuliah. Pernah juga ikut kuliah daring pas di jalan, di sela kerja. Untuk mengerjakan tugas ya disesuaikan, kadang malam, kadang subuh," jelasnya.

Ibunya, Saputri Agustina, sering mewanti-wanti agar Lily tetap hati-hati sebagai ojol perempuan dan tidak mengganggu kuliahnya. Lily mengaku menjaga harapan ibundanya yang sehari-hari sebagai loper makanan ringan di Kabupaten Grobogan.

"Alhamdulillah prestasi berusaha di jaga. IPK 3,5, pernah satu kali di bawah itu," ujar Lily.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2